BLANGKEJEREN – Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues meminta kepada Gubenur Aceh mengintruksikan kepada Kepala balai yang menagani perawatan jalan lintas nasional Gayo Lues-Aceh Tenggara dipercepat dengan menambah alat berat.
Permintaan itu langsung disampaikan Bupati Gayo Lues Suhaidi, S.Pd, M.Si., Sabtu, 6 Desember 2025 di posko banjir Gayo Lues. Saat ini kata Bupati, kondisi Kabupaten Gayo Lues sangat mencekam, dan jika jalan lintas Gayo Lues menuju Aceh Tenggara tidak segera tembus, kebutuhan masyarakat tidak bisa terpenuhi.
“Jalan dari Gayo Lues ke perbatasan Aceh Tenggara tinggal Dua titik lagi yang longsor, yaitu di Tangsaran dan Tetumpum Kecamatam Putri Betung, kedua titik ini diperkirakam Dua atau Tiga hari kedepan sudah bisa dilintasi kendaraan,” katanya.
Sementara dari perbatasan Gayo Lues ke pusat kota Aceh Tenggara, masih banyak titik longsor yang belum tersentuh alat berat, seperti di daerah Air Kelabu, Ketambe, dan beberapa longsor lainya.
“Kebutuhan masyarakat Gayo Lues 95 persen dibawa dari jalur Gayo Lues – Aceh Tenggara, seperti BBM, logistik dan kebutuhan lainya. Untuk itu, saya selaku Bupati mewakili masyarakat Gayo Lues memohon kapda bapak Gubenur Aceh agar mengintruksikan percepatan penanganan jalan longsor dari perbatasan Gayo Lues ke Aceh Tenggara,” ujarnya.
Jika jalan lintas Gayo Lues-Aceh Tenggara tidak segera tembus dalam waktu dekat, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi gejolak di masyarakat, karena kondisi saat ini, BBM masih belum ada, jikapun ada harganya mencapai Rp 40 ribu seliter. []



