MERAUKE – Satu medali emas kembali diraih kontingen Aceh pada PON XX 2021 Papua dari cabang paramotor. Medali emas tersebut diraih Risky Hidayat dari cabang eksibisi paramotor nomor navigation estimated speed/precision.
Risky berhasil mengungguli lawan-lawannya dari 13 provinsi se-Indonesia di nomor navigation estimated speed/precision. Masing-masing provinsi mengirimkan dua atlet, dari Aceh atas nama Risky Hidayat dan Hasbul Asra, dengan pelatih Letkol Kal T.U Bukit.
Seluruh atlet di cabang ini mengikuti semua nomor yang dipertandingkan yaitu sebanyak 10 nomor yaitu, perecision take off, perecision selalom pigure, perecision bowling landing, perecision ofer all, ekonomik distance, economik long time, economik ofer all, navigation blank spot, navigation estimated speed/presicion dan navigation ofer all.
“Alhamdulillah kita berhasil menyelesaikan semua chek point dengan waktu yang telah ditentukan oleh panitia. Dengan poin penuh,” kata Risky.
Untuk medali perak dalam lomba nomor navigation estimated speed/precision yang dipertandingakan di Lapangan Paramotor Lanud J. A. Dimara, Merauke, diraih oleh atlet asal Jawa barat, medali perunggu oleh DKI Jakarta. Pengalungan medali untuk Risky Hidayat dilakukan oleh Wakil Sekretaris Umum KONI Aceh, Darmawan.
Cabang paramotor yang berada di bawah naungan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) untuk pertamakali dipertandingkan eksibisi di PON XX tahun 2021 Papua. Pada PON XXI tahun 2024 Aceh-Sumut, cabang ini akan dipertandingkan di Aceh.
“Tujuan eksebisi paramotor adalah memprsiapakan atlet untuk bisa mengikuti PON selanjutnya, jika olahraga paramotor dianggap layak jadi Cabor PON oleh KONI Pusat. Saat ini kita dinilai oleh KONI,” kata Ketua Umum Paramotor Indonesia Cahyo Algantana pada pembukaan eksebisi paramotor PON XX Papua 2021 di Lapangan Paramotor Lanud J. A. Dimara Merauke, 9 Oktober 2021.
“Paramotor Indonesia berharap dengan suksesnya eksebisi di Merauke bisa tampil sebagai cabor utama di Aceh 2024. Panwasrah KONI Pusat akan mengevaluasi apakah paramotor layak atau tidak untuk dijadikan cabor utama,” kata Marsekal Pertama TNI Anang Nurhadi selaku Tenaga Ahli Pengkajian Ketahanan Nasional Lemhanas, sekaligus Ketua Panitia Eksebisi Paramotor PON XX Papua.[]




