BANDA ACEH Tanaman kopi dan kakao merupakan tanaman komuditas yang harganya terus naik dan masih kurang dikelolah oleh para petani di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan araham pada pembukaan Penas KTNA XV 2017, di Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya, Banda Aceh, 6 Mei 2017.
Jokowi mengatakan, para petani jangan hanya terpaku dengan tanaman-tanaman tertentu saja namun harus melihat tanaman apa yang harganya dapat terus naik.
Karena sebetulnya sekarang ini, komuditas yang harganya terus naik dan masih kurang adalah kakao. Masih kurang, pabriknya ada kakaonya, suplainya tidak ada, kata Jokowi.
Selain kakao, kopi juga dikatakan oleh Jokowi merupakan tanaman yang memiliki harga yang tinggi namun masih kurang mendapat perhatian.
Kopi ini harganya juga naik terus, misalnya kopi gayo, di Kabupaten Bener Meriah. Saya dulu sewaktu muda sering ngopi setiap pagi, kopi gayo enak sekali. Tetapi di daerah-daerah pun ada kopi-kopi yang sangat spesial yang harganya bisa sangat bagus. Kenapa ini tidak kita tatakan? Kenapa ini tidak kita remajakan?, ungkap orang nomor satu di Indonesia.
Presiden Jokowi berharap kepada pemerintah daerah untuk lebih melihat tanaman unggul yang saat ini berkembang untuk bisa dikelola didaerahnya.
Gubernur, bupati, wali kota harus melihat tanaman-tanaman unggulan untuk daerahnya yang memiliki harga yang baik, katanya.[]



