BIREUEN – Pencarian korban terseret banjir bah di Cot Panglima, Juli, Bireuen, Mardiana (17), belum membuahkan hasil alias belum ditemukan, hingga Senin, 10 Maret 2025, sore.
Petugas gabungan telah melakukan penyisiran darat sejauh 6 kilometer dari Lokasi Kejadian Perkara (LKP). Pencarain dilakukan dengan membentuk dua tim.
“Belum kita temukan, untuk hari (Senin) ini kita membentuk dua tim untuk melakukan penyisiran,” kata Koordinator Pos SAR Bireuen, M. Rizal, menjawab portalsatu.com/ via sambungan seluler, Senin, 10 Maret 2025, malam.
Rizal mengatakan tim pertama bertugas melakukan penyisiran darat, dan tim kedua rafting dari Krueng Simpo sepanjang 3 Km.
“Besok (Selasa), pencarian kita fosuskan pada penyisiran darat dan merencanakan penurunan alat berat berat,” sebutRizal.
Sebelumnya diberitakan, hujan deras yang mengguyur Bireuen dan sekitarnya dilaporkan menyebabkan luapan air bah di Km 24, Cot Panglima, jalan lintas nasional Bireuen – Takengon, Sabtu 8 Maret 2025, malam.
Kakak beradik yang tengah melintasi jalan tersebut dilaporkan menjadi korban luapan air bah di Dusun Mina, Gampong Krueng Simpo, Kecamatan Juli, Bireuen itu.
Rina Fitri (11), salah seorang korban telah ditemukan oleh petugas gabungan dari TNI, Porli, tim SAR dibantu warga pada malam naas itu, sementara Mardiana (17), belum ditemukan.[](A.Halim)




