BerandaBerita Gayo LuesKPH V Aceh Tangkap Dua Mobil Berisi 8 Ton Getah Pinus di...

KPH V Aceh Tangkap Dua Mobil Berisi 8 Ton Getah Pinus di Gayo Lues

Populer

BLANGKEJEREN – Anggota UPTD KPH V Aceh menangkap dua mobil pengangkut getah pinus di Kabupaten Gayo Lues. Penangkapan itu dilakukan pihak KPH V lantaran getah pinus yang diangkut menuju PT Kencana Bina Hijau Lestari di Kecamatan Rikit Gaib, Gayo Lues, dan ke Medan tidak memiliki dokumen pengangkutan.

Amri Samadi, S.Hut., M.Si., Kepala UPTD KPH V Aceh, Sabtu, 18 September 2021, mengatakan selama tiga hari ini pihaknya sedang menertivkan peredaran getah pinus tanpa dilengkapi dokumen. Dalam penertiban itu ditemukan dua kendaraan membawa getah pinus tidak bisa menunjukan dokumen saat diperiksa.

Penangkapan yang pertama dilakukan anggota KPH V di depan SD Terpadu, Desa Sentang, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Rabu, 15 September 2021, pukul 16:30 WIB. Saat itu, anggota KPH V menghentikaan mobil L-300 BK 8332 VQ yang sedang membawa getah pinus sebanyak satu ton lebih menuju PT Kencana Bina Lestari tanpa dilengkapi dokumen.

Penangkapan kedua di Desa Palok, Kecamatan Blangkejeren, Gayo Lues, Jumat, 17 September 2021, pukul 22:00 WIB. Saat itu, mobil jenis Colt Diesel BK 9074 CR yang sedang menuju Medan, Sumatera Utara, membawa tujuh ton lebih getah pinus diperiksa anggotaa KPH V, dan sopirnya tidak bisa menujukan dokumen.

“Totalnya berarti delapan ton lebih getah pinus ya, itu hitungan kasarnya, nanti akan dihitung lagi secara resmi,” kata Kepala KPH V Aceh menjawab portalsatu.com melalui telepon.

Amri Samadi menyebut KPH V masih melakukan pengembangan terhadap penangkapan getah pinus tanpa dilengkapi dokumen tersebut. Saat ini dua mobil berisi getah pinus itu diamankan di Kantor KPH V Aceh di Gayo Lues, di Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang.

“Sopir pengangkut getah pinus itu tidak kita tahan, mereka hanya wajib lapor Senin dan Kamis saja untuk keperluan penyelidikan. Sementara masalah pemiliknya masih kita dalami. Karena sopirkan hanya bertanggung jawab terhadap barang saja. Kita mengejar alat bukti dulu, bukan pengakuan,” jelasnya.

Selanjutnya, masalah pengangkutan getah pinus tanpa dilengkapi dokumen itu, kata Kepala KPH V akan dilakukan pengumpulan bahan dan keterangan. “Setelah mendapat informasi barulah kita melakukan gelar perkara,” ujarnya.

Apabila getah pinus asal Gayo Lues tanpa dilengkapi dokumen bisa diangkut ke Medan, maka Pendapatan Asli Daerah (PAD) Aceh dan PAD Kabupaten Gayo Lues tidak akan dibayar oleh pemilik getah pinus, dan Provinsi Aceh akan dirugikan.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya