BANDA ACEH — Sejumlah anggota Komunitas Solidaritas Dhuafa Aceh (KSDA) Banda Aceh siang tadi menjenguk Yasmin Sabrina Sinaga, 4 bulan, pasien meningoensephalitis dari keluarga kurang mampu asal Aceh Singkil yang saat ini dirawat di Ruang Arafah 1 RSUZA Banda Aceh, Minggu, 24 September 2017.
Ibu pasien, Rasima, 36 tahun, mengatakan anak keempatnya itu sudah enam hari dirawat di RSUZA Banda Aceh. Sebelumnya Yasmin sempat dirawat di rumah sakit umum daerah Aceh Singkil sekitar dua minggu.
Mengenai kondisi bayinya Rasima mengatakan, awalnya ada benjolan kecil di dahi Yasmin.
“Saya kira awalnya cuma tanda lahir. Tapi makin lama kok makin besar,” katanya saat berbincang dengan pembesuk.
Amatan portalsatu.com, di dahi Yasmin terdapat benjolan sebesar kepalan tangan balita. Di bagian atas benjolan tersebut tampak berkaca-kaca dan berair. Kondisi ini membuat Yasmin sering rewel khususnya saat malam hari.
Menurut keterangan Rasima, Rabu nanti Yasmin akan menjalani operasi untuk pengangkatan benjolan tersebut.
Rasima dan suaminya Darwis, 44 tahun, berasal dari Kampung Samar Dua, Kecamatan Kota Baharu, Aceh Singkil. Sehari-hari Rasima hanya mengurus rumah tangga. Sedangkan Darwis bekerja sebagai buruh bongkar muat di salah satu perusahaan kelapa sawit dengan penghasilan pas-pasan.
“Kadang satu hari dapat Rp25 ribu, kadang Rp50 ribu,” kata Darwis.
Dalam seminggu Darwis hanya bekerja sebagai buruh bongkar muat selama dua minggu. Selebihnya ia berkebun dan bekerja serabutan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Anggota KSDA Banda Aceh Aufa mengatakan, pihaknya mengetahui keberadaan pasien atas nama Yasmin Sabrina melalui salah satu rekannya.
“Hari ini kita berkunjung untuk melihat kondisi pasien. Kita juga membawa sedikit donasi dari teman-teman, mudah-mudahan bisa membantu dan pasien bisa segera sembuh,” kata Aufa.[]


