BLANGKEJEREN – Sekolah Negeri dan swasta di Kabupaten Gayo Lues banyak melakukan wisuda terhadap anak yang lulus sekolah, mulai dari TK, SD hingga SLTP. Sedangkan untuk biayanya dikutip dari wali murid, mulai dari Rp 240 ribu hingga Rp 850 ribu per siswa.

Salah seorang wali murid yang meminta namanya tidak ditulis, Senin, 12 Juni 2023, mengatakan kutipan uang wisuda anak tersebut sangat membebani orang tua, di samping kondisi keuangan sekarang sedang sulit, anak-anak juga akan masuk ke sekolah baru dengan biaya yang banyak.

“Memang untuk kutipan wisuda anak itu dirapatkan wali murid terlebih dahulu, tetapi ketika kita protes atau tidak setuju, maka mental anak kita akan terbebani, dan ketika kita setuju, maka kondisi keuangan sangat berat,” katanya.

Untuk itu, Wali murid ini meminta ketegasan dari Dinas Pendidikan Gayo Lues boleh atau tidaknya diadakan wisuda anak dimasa yang akan datang, serta apa keuntungan dari wisuda tersebut. Dan jika memungkinkan, ia juga berharap agar dana Bos saja diperuntuhkan untuk biaya wisuda anak supaya tidak membebani orang tua murid.

“Biaya wisuda anak disalah satu TK Negeri Gayo Lues Rp 240 ribu per siswa, biaya wisuda anak di salah satu SD Swasta mencapai Rp 850 ribu, dan biaya wisuda anak salah satu SLTP Rp 500 ribu per siswa, ini sangat membebani orang tua,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Gayo Lues Anwar S Pd, mengatakan wisuda anak di Kabupaten Gayo Lues bukan program Dinas Pendidikan, dan pihaknya akan melakukan membahas masalah wisuda anak besok Selasa, 13 Juni 2023.

“Wisuda hanya untuk S1, jikapun ada beberapa Sekolah melakukan kegiatan atau mengadakan acara Wisuda untuk para lulusannya, itu bukan Program Disdik. Untuk hal tersebut akan kami koordinasikan dengan para Pejabat Disdik, rencana besok,” katanya melalui pesan WhatsApp.

Soal adanya kutipan untuk acara kegiatan wisuda anak, Kadis Pendidikan Gayo Lues mengaku tidak pernah mendegarnya, dan tidak pernah menghadirinya meskipun diundang.

“Mungkin intinya tidak boleh ada acara Wisuda di sekolah-sekolah, tentang info yang akan kita sampaikan ke sekolah-sekolah perlu ada kesamaan dari para Pejabat Disdik,” katanya saat ditanyai apa saja agenda pembahasan besok.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Gayo Lues Zul, mengatakan fungsi atau keuntungan wisuda anak adalah untuk menambah semangat dan motivasi terhadap anak yang diwisuda, meski begitu, wisuda anak bukanlah program Dinas Pendidikan Gayo Lues.

“Hingga hari ini belum ada laporan keberatan mengenai wisuda anak tersebut, jika memang ada yang keberatan, kami akan berkoordinasi dulu untuk menentukan langkah selanjutnya. Namun kami sarankan bagi wali murid yang tidak setuju dengan wisuda anak agar melapor ke Dinas Pendidikan,” katanya melalui sambungan Telpon WhatApp.[]