BerandaBerita Gayo LuesLagi, Pengulu di Gayo Lues Terlibat Kasus Asusila Dengan Istri Orang, Pemda...

Lagi, Pengulu di Gayo Lues Terlibat Kasus Asusila Dengan Istri Orang, Pemda Turunkan Tim Investigasi

Populer

BLANGKEJEREN – Kasus Pengulu (Kepala Desa) diduga berbuat asusila dengan istri orang kembali terjadi di Kabupaten Gayo Lues. Kasus terbaru sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak keluarga laki-laki dan perempuan dengan ketentuan didenda.

Kasus itu mencuat ke publik setelah masyarakat Desa Beranang mendatangi kantor Camat Kotapanjang beberapa hari lalu, dengan tuntutan agar Pengulunya segera diberhentikan lantaran diduga telah berbuat asusila dengan istri orang.

Kepala MAA Gayo Lues, Drs. Zulkifli Zaen, Senin, 28 Agustus 2023, mengatakan pihaknya mengetahui kasus tersebut setelah adanya laporan dari seorang suami yang mengaku istrinya diduga telah berbuat asusila dengan Pengulu Beranang.

“Setelah diselesaikan secara adat atau secara kekeluargaan, suratnya tidak ada lagi ditembuskan kepada Majelis Adat Aceh (MAA) Gayo Lues, jadi kami tidak tahu lagi seperti apa penyelesaiannya,” katanya melalui telepon Whatsapp.

Supratman, Sekretaris MAA Gayo Lues, mengatakan surat pemberitahuan atau tembusan kasus dugaan asusila yang melibatkan Pengulu dengan istri orang hanya ada ketika kasus Pengulu Soyo, Kecamatan Terangun hingga diberhentikan dari jabatannya. Sedangkan kasus Pengulu Desa Penosan, Kecamatan Blangjerango diduga terlibat kasus asusila dengan istri orang hingga berujung mengundurkan diri dari jabatannya tidak masuk ke MAA Gayo Lues.

“Kasus Pengulu Beranang ini belum ada masuk surat perdamaian secara adatnya ke MAA. Kalau ditanya tahu, ya, kami hanya sebatas tahu saja karena ada laporan secara lisan,” kata Supratman di ruang kerjanya.

Sekretaris MAA berharap Pemerintah Daerah Gayo Lues menekankan kepada setiap desa agar menembuskan surat ke MAA ketika ada kasus yang diselesaikan secara adat di tingkat desa.

Plt. Sekda Gayo Lues, Jata, S.E., didampingi Kabag Tata Pemerintahan Irwansyah, mengatakan Pemerintah Daerah sudah menerima surat usulan pemberhentian Pengulu Beranang dari Camat Kotapanjang pada Jumat kemarin. Surat itu dibuat setelah warga Beranang mendatangi kantor Camat soal kasus dugaan asusila Pengulu dengan istri orang.

“Hari Jumat lalu sudah saya terima surat permohonan pemberhentian Pengulu Desa Beranang, surat itu lengkap dengan hasil musyawarah, daftar absen (hadir) dan termasuk dokumentasinya,” kata Plt. Sekda di ruang kerjanya.

Untuk menentukan keputusan apakah Pengulu Beranang akan diberhentikan atau tidak dari jabatannya, Plt. Sekda mengatakan semua permasalahan tidak bisa serta merta diambil tindakan tanpa didukung regulasi yang ada. Yang jelas, Plt. Sekda telah memerintahkan Asisten dan Kabag Pemerintahan memeriksa kelengkapan administrasi terkait permohonan pemberhentian Pengulu Beranang.

“Untuk melengkapi berkas ini, kami akan membuat tim investigasi ke lapangan, sehingga hasil keputusan nantinya tidak ada yang merasa dirugikan. Namun sesuai dengan ketentuan, jika seorang Pengulu benar berbuat asusila maka akan diberhentikan dari jabatannya,” katanya.

Plt. Sekda mengaku hingga hari ini ada tiga kasus dugaan asusila Pengulu dengan istri orang ditangani pihaknya. Pertama, Pengulu Soyo Terangun terlibat kasus dugaan asusila dengan istri orang berujung diberhentikan dari jabatannya. Kedua, Pengulu Penosan Blangjerango terlibat kasus dugaan asusila dengan istri orang berbuntut mengundurkan diri dari jabatannya. Ketiga, kasus Pengulu Beranang Kotapanjang terlibat kasus dugaan asusila dengan istri orang masih aktif sebagai Pengulu.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya