LHOKSUKON – Haura Sakhi, balita 5 tahun, warga Lorong III, Kuta Lhoksukon, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara positif terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). Ia sudah dirawat di RS Bunga Melati, Lhokseumawe sejak Rabu, 19 Oktober 2016. Sebelumnya delapan warga yang sama juga positif DBD.
Husna Riani, ibu kandung Haura Sakhi kepada portalsatu.com, Kamis, 20 Oktober 2016 menyebutkan, sebenarnya anaknya sudah demam sejak 24 September lalu. Setelah sempat sembuh, sepanjang bulan Oktober ia mengalami flu. Minggu lalu ia demam tinggi, karena praktek dokter tidak buka, ia pun mencoba memberi obat penurun panas tapi tidak memberi perubahan.
“Senin lalu saya bawa ke dokter, setelah demamnya sempat turun, ia kembali muntah-muntah sepanjang malam hingga pagi. Setelah dilakukan pengecekan DBD, akhirnya saya minta rujukan ke RS Bunga Melati karena di Puskemas tidak ada alat untuk pemeriksaan trombosit,” ujarnya.
Ditambahkan, anak keduanya yang masih berusia 18 bulan juga demam sejak beberapa hari terakhir. “Si adik juga demam, tapi belum saya periksa darahnya. Apakah DBD atau bukan saya belum tahu,” katanya.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Lhoksukon, dr. Rahmat secara terpisah membenarkan bahwa kemarin ada keluarga pasien yang meminta rujukan ke RS Bunga Melati karena anaknya terjangkit DBD.
“Ini merupakan warga ke sembilan yang terjangkit DBD di Lr III, namun untuk data pasien di Puskesmas ini yang keenam. Usaha pemberantasan jentik nyamuk Aedes Aegypti di lokasi sudah maksimal. Kami sudah lakukan fogging bersama Dinas Kesehatan Aceh Utara, bahkan tenaga promosi kesehatan juga sudah turun ke lokasi melakukan penyuluhan dan sosialisasi,” ujarnya.
Dr .Rahmat mengimbau agar masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, terlebih saat musim hujan. DBD dapat dicegah dengan langkah 3M, yakni menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas yang dapat menampung air.
“Bagi masyarakat yang mengalami demam dua hingga tiga hari, harap segera memeriksakan diri ke Puskesmas agar diketahui apakah itu demam akibat DBD atau hanya demam biasa. Namun untuk pemeriksaan trombosit harus ke Rumah Sakit karena Puskesmas belum memiliki alatnya,” kata dr. Rahmat.[]
Laporan Cut Islamanda



