SUBULUSSALAM – Kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Singkil dan Kota Subulussalam meningkat dratis sepanjang tahun 2016 mencapai 81 kasus dibandingkan tahun 2015 hanya 40 kasus.
“Laka lantas meningkat tahun 2016 sebanyak 81 kasus sedangkan 2015 jumlahnya 40 kasus,” kata Kapolres Aceh Singkil, AKBP Ian Rizkian Miliyardin SIK melalui Kasat Reskrim AKP Erwin kepada portalsatu.com, Kamis, 9 Februari 2017.
Lebih jauh Erwin merincikan sebanyak 40 kasus terjadi sepanjang tahun 2015 lalu, 25 kasus di antaranya terjadi di Aceh Singkil, sedangkan 15 kasus di Kota Subulussalam.
Sementara tahun 2016 meningkat mencapai 81 kasus dengan rincian 45 kasus terjadi dalam wilayah Subulussalam dan 36 kasus di Aceh Singkil. Dari data tersebut, kasus laka lantas di wilayah Kota Subulussalam meningkat tajam dibandingkan Aceh Singkil.
Erwin menyebutkan jumlah korban meninggal dunia akibat laka lantas sejak dua tahun terakhir sebanyak 28 orang, luka berat 31 orang dan luka ringan 105. Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 korban dari kalangan pelajar dan 36 swasta.
Ia mengungkapkan ada beberapa penyebab terjadinya peningkatan laka lantas seperti banyak ditemukan kondisi tikungan tajam dan tanjakan terjal.
Selain itu, kata Erwin, penyebab lainnya adalah masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Ada juga disebabkan akibat pengendara melaju batas kecepatan aman.
“Kasus laka lantas banyak terjadi di tikungan karena ingin menyalip atau melewati kendaraan di depan tanpa melihat kondisi arah berlawanan, akibatnya terjadi tabrakan, ini yang terjadi selama ini,” kata Erwin.
Untuk menekan angka laka lantas di dua kabupaten/kota ini, Polres Singkil telah melakukan sosialisasi tertib lalu lintas kepada pelajar dengan turun langsung ke sekolah-sekolah dan menggelar program saweu keude kupi bagi masyarakat.[]



