LHOKSEUMAWE – Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Lhokseumawe menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bersama seluruh petugas dan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang dilaksanakan di halaman Lapas setempat, Sabtu, 23 Oktober 2021.

Kegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Para warga binaan terlihat khusuk saat memanjatkan doa serta mengikuti ceramah dalam pengajian yang mengambil tema “Kajian Keislaman”.

Pihak Lapas Lhokseumawe mengundang Ketua Umum Himpunan Ulama Dayah Aceh (HUDA),
Tgk. H. Muhammad Yusuf A. Wahab akrab disapa Tu Sop sebagai penceramah.

Kedatangan Tu Sop tersebut disambut Kepala Lapas Kelas IIA Lhokseumawe, Nawawi, Asisten II Sekdako Lhokseumawe. Tgk. Anwar, dan sejumlah unsur lainnya

Dalam ceramahnya, Tu Sop menyampaikan, kehadiran Nabi Muhammad SAW ke dunia ini adalah untuk melepaskan umat dari penjara, yakni penjara hati. Artinya, Allah SWT mengutuskan rasul untuk melepaskan manusia dari beban-beban mereka, atau belenggu-belenggu mereka. Ada sikap dan perilaku yang salah, pemikiran yang salah, akidah yang salah sehingga kehadiran rasul untuk mendidik manusia agar terbebas dari belenggu itu.

“Rasul membebaskan mereka dari perilaku yang salah. Maka membersihkan hati kita itu lebih baik untuk menuju ke surga. Karena apapun status kita dalam kehidupan sehari-hari, tentu kita semua akan menuju kematian. Paling penting bagaimana membangun kuburan itu menjadi kebun surga, itu terpenting bagi kehidupan saat ini sebagai tempat atau bekal persiapan untuk menuju ke sana,” kata Tu Sop, di hadapan para warga binaan di Lapas itu.

Kalapas Kelas IIA Lhokseumawe, Nawawi, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman keislaman kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) secara baik dan benar.

Pada kesempatan ini pihaknya juga ikut menampilkan tari kreasi zikir yang merupakan didikan dari Lapas berjumlah 30 warga binaan.

“Sejauh ini jumlah narapidana atau warga binaan di Lapas ada 615 orang. Pembinaan yang diberikan kepada mereka tidak hanya tentang salat saja, tapi juga hafalan Alquran serta bagaimana memahami keagamaan dalam konteks interaksi dan kehidupan sosial,” ujar Nawawi.

Nawawi menambahkan melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu diharapkan dapat memupuk mental agama seluruh penghuni lapas. Karena keteladanan Rasulullah salah satunya kesabaran yang merupakan kunci keberhasilan dalam berkehidupan.[]