LHOKSEUMAWE – Haters atau para pembenci adalah orang yang suka mencari kesalahan atau aib orang lain. Bagi para selebritas atau artis, baik itu internasional, nasional atau lokal pastilah sedikit banyak memiliki haters. Tidak terkecuali bagi komunitas Hip-hop Lhokseumawe North Aceh (LNA) yang melihat haters sebagai cermin sebagai pengoreksi kesalahan.

“Bagi saya, haters itu cocoknya diucapkan terima kasih karena dengan adanya haters, kita bisa tahu apa kesalahan yang telah kita perbuat. Haters itu keren, mereka memikirkan apa yang tidak kita pikirkan,” kata Leader Komunitas Hip-hop LNA,” Teuku Rizki Maulana kerap disapa Rizki Apon, kepada portalsatu.com, Rabu, 9 November 2016.

Bagi Apon, haters itu pemicu semangat agar dirinya bisa terus berkarya lebih baik lagi. Pada dasarnya haters ada karena mereka belum mengenal sosok orang yang dibencinya lebih dekat. Bisa jadi hanya tahu melalui cerita orang lain atau menerka-nerka.

“Saya pernah mendapati haters saya berteriak di bawah panggung saat saya tampil. Usai acara saya dekati dia dan saya ajak foto bersama, kala itu ia menunjukkan sikap takut dan malu. Alhamdulillah kini dia mrnjadi penikmat karya saya. Pada dasarnya haters ingin berteman, hanya caranya saja yang salah,” ujar Apon yang selalu berusaha mengubah haters menjadi fans.

Atas apresiasinya kepada haters, baru-baru ini LNA yang bekerja sama dengan Bad House Studio menelurkan lagu 'Haters but Fans' (Official Music Studio) Teaser by Munawir feat Redho & Dimaslow.

“Dalam lagu itu, saya bertindak sebagai directed. Lagunya sendiri belum rilis, masih dalam proses pembuatan video klip. Namun bagi penggemar musik Hip-hop yang penasaran, silakan diintip sepintas di youtube,” pungkas Rizki Apon.

Lihat videonya: Munawir feat Redho & Dimaslow []