BANDA ACEH – Aceh menggelar pilkada serentak pada tahun 2017. Selain pemilihan gubernur/wakil gubernur Aceh, juga bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota di 20 dari 23 kabupaten/kota. Itu sebabnya, pilkada serentak di Aceh tahun depan merupakan yang terbesar di Tanah Air. Tiga kabupaten/kota di Aceh hanya mengadakan pilgub/wagub, yaitu Aceh Selatan, Pidie Jaya, dan Subulussalam.

Sebagaimana diketahui, Komisi Independen Pemilihan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah sudah peh tambo (menabuh bedug) saat launching Pilkada Aceh Tahun 2017 di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam, Banda Aceh, 2 Agustus 2016.

(Baca: Peh Tambo, Pilkada Aceh 2017 Dimulai)

Sehari setelah itu langsung masuk tahapan penyelenggaran pilkada. Berawal penyerahan syarat dukungan pasangan bakal calon gubernur/wakil gubernur jalur independen (perseorangan) kepada KIP Aceh, 3-7 Agustus 2016. Ada tiga pasangan bakal calon yang menyerahkan syarat dukungan. Hasil verifikasi KIP Aceh, ketiga pasangan independen itu memenuhi jumlah minimal dan sebaran dukungan.

(Baca: Hanya Tiga Pasangan Bakal Calon Gubernur-Wakil Gubernur Jalur Independen di Pilkada Aceh)

Berikutnya, penyerahan syarat dukungan pasangan bakal calon bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota jalur independen kepada KIP di 20 kabupaten/kota, 6-10 Agustus 2016.

Berdasarkan data dihimpun portalsatu.com, jumlah bakal calon independen yang memenuhi jumlah minimal dan sebaran dukungan di 18 kabupaten/kota mencapai 38 pasangan. Sedangkan dua kabupaten lainnya nihil, yaitu Aceh Besar dan Aceh Singkil.

Dari 18 kabupaten/kota yang memproduksi pasangan bakal calon bupati/wakil bupati dan wali kota/wakil wali kota jalur independen, Aceh Barat Daya (Abdya) terbanyak. Jumlah bakal calon bupati/wakil bupati Abdya dari jalur independen mencapai enam pasangan.

(Lihat: Inilah Kabupaten Terbanyak Calon Independen)

Sedangkan 17 kabupaten/kota lainnya hanya menghasilkan satu sampai tiga pasangan bakal calon indepenen yang memenuhi jumlah minimal dan sebaran dukungan sesuai hasil verifikasi KIP. Yakni, 5 kabupaten/kota masing-masing 3 pasangan bakal calon, 5 kabuaten/kota masing-masing 2 pasangan bakal calon, dan 7 kabupaten/kota masing-masing hanya 1 pasangan bakal calon.

Dari total 41 pasangan bakal calon jalur independen di Aceh (3 pasangan bakal calon gubernur/wagub Aceh plus 38 pasangan bakal calon bupati/wabup dan wali kota/wakil walkot), tidak menutup kemungkinan akan ada yang gugur jika mereka tidak lulus/memenuhi syarat hasil verifikasi faktual.   

Berikut daftar pasangan bakal calon independen, baik untuk pilgub/wagub Aceh maupun pemilihan bupati/wabup dan wali kota/wakil wali kota:

 

Provinsi Aceh:

Zakaria Saman (Apa Karya)-T. Alaidinsyah

Abdullah Puteh-Sayed Mustafa Usab

Zaini Abdullah-Nasaruddin

 

Aceh Barat Daya:

Maidisaldiwa-Ruslan

Zainal Arifin-Said Azhari

Muazzam-Hermansyah

Hasbi M. Saleh-Tgk. T. Alamsyah Yusfa

Tgk. Muhammad Qudusi Syam Marfaly–Burnisal

Junaidi-Masrizal

 

5 Kabupaten/Kota masing-masing 3 pasangan bakal calon

Aceh Utara:

Sulaiman Ibrahim–Razali

Fakhrurrazi Cut–Mukhtar Daud

Samsudin Jalil (Ayah Panton)-Tgk. Ibnu Hajar

 

Bireuen:

Husaini M. Amin (Teungku Batee)–Azwar A. Gani

Tgk. M. Yusuf A. Wahab (Tu Sop)–Purnama Setia Budi

Ruslan M. Daud–Tgk. Jamaluddin Idris

(Tiga Paslon Independen di Bireuen Penuhi Syarat Dukungan Minimal)

 

Pidie:

Roni Ahmad (Abu Syik)–Fadhlullah T.M. Daud

T. Tarmiyus–Hasan Basri

A. Bakar Assajawy–Mukhtar

 

Nagan Raya:

Faisal A. Qubsi-Mustafar Cut Ali

Nurchalis-Suyanto

Muhammad Zahed-Samsul Bahari

(Tiga Paslon Bupati Nagan Raya Jalur Perseorangan Lulus Syarat Administrasi)

 

Bener Meriah:

Tgk. Ridwan Qari–Suterisno

Armada Saleh–Karmijan

Muchlis Gayo–M. Ali

(3 Pasangan di Bener Meriah)

 

5 Kabuaten/Kota masing-masing 2 pasangan bakal calon

Banda Aceh:

Marniati–Amiruddin Usman Daroy

Adnan Beuransyah-Umar Rafsanjani

 

Lhokseumawe:

Sofyan–T. Noval

Mahyeddin Saad–Nyak Arani.

 

Aceh Tengah:

Saiful Efendi-Mansur Hariyanto

Usman Nuzuli-Armas

 

Kota Langsa

Asy’ari–T. Muhammad Nurdin

Syaifuddin Amin–Khairul Anwar

 

Aceh Tamiang:

Iskandar Zulkarnain-Ahmad Aside

Lukmanul Hakim-Abdul Manaf.

 

7 Kabupaten/Kota masing-masing 1 pasangan bakal calon

Sabang:

M. Anwar–Sumardi

 

Simeulue:

Fahmaulidsyah–Juli Amin Putra

 

Aceh Tenggara:

Khujaimah Husni–Marrudin Karo-Karo

 

Aceh Jaya:

Nasri Saputra – Ipendi LD

 

Gayo Lues

Adam-Iskandar

 

Aceh Barat:

Fuad Hadi-Muhammad Arif

(Di Aceh Barat Satu Paslon Lulus Syarat Administrasi)

 

Aceh Timur:

Ridwan Abubakar (Nek Tu)–Abdul Rani (Polem)

(KIP Belum Umumkan Hasil Penelitian Jumlah Minimal Dukungan Nektu-Polem)

 

Fakta menarik terjadi di Aceh Barat dan Aceh Timur untuk pilkada 2017. Pasalnya, di dua kabupaten itu masing-masing hanya ada satu pasangan bakal calon independen. Padahal, dua kabupaten tersebut, barat dan timur, adalah “juara” pada pilkada 2012 yang memiliki jumlah calon independen masing-masing mencapai sembilan pasangan.[]

Baca juga:

Ini Fakta-Fakta Menarik Terkait Bakal Calon Independen di Aceh