BANDA ACEH – Stan Pameran Kota Subulussalam menyiapkan lele asap atau yang akrab disebut etu kerah (bahasa setempat) pada kegiatan Aceh Police Expo 2017 dalam rangka Dirgahayu ke-71 Bhayangkara di Lapangan Blang Padang Banda Aceh yang berlangsung sejak 8-12 Juli 2017.
Sekretaris Panitia Pelaksana Aceh Police Expo 2017 Stand Pameran Kota Subulussalam, Rano Saraan kepada portalsatu.com, Minggu, 9 Juli 2017 mengatakan etu kerah merupakan makanan khas Subulussalam yang selalu ditampilkan setiap mengikuti acara pameran baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Kita di Subulussalam dikenal dengan lele asap atau lele sale, ini yang kita tonjolkan di samping hasil kerajinan tangan dan makanan khas lainnya,” kata Rano Saraan yang juga Kabag Ekonomi Setdako Subulussalam ini.
Ia menjelaskan ada banyak makanan khas Subulussalam yang ditampilkan pada even tersebut di antaranya gula aren, keripik kemasan dan beberapa aneka makanan khas lainnya.
Selanjutnya untuk hasil kerajinan tangan, panitia juga menampilkan seperti tabungan bambu, miniatur kapal dan becak dari bambu, tas dan dompet tali kur.
Hasil kerajinan lainnya seperti gabungan bambu, rotan, miniatur kapal dan becak dari bambu, lampu tidur dari bambu, pot bunga dan tempat buah dari rotan, tas dan dompet dari tali kur dan tempat buah dari rota. Serta kerajinan panel berupa asesoris gantungan kunci dan tempat tisu dari panel.
Selain itu, dalam stan tersebut panitia juga memajang buku eksiklopedi ulama besar di Aceh, salah satunya ulama berasal dari Kota Subulussalam yakni Syekh Hamzah Fansuri.
Ia menambahkan pada malam pembukaan Aceh Police Expo, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf bersama Kapolda Aceh telah meninjau stan pameran Kota Subulussalam. Mereka disambut Asisten II Setdako Subulussalam Masri SP, Kadis Perindustrian Perdagangan Pertambangan Koperasi dan UKM Asrul, Kadis Perpustaan dan Arpus Saiban Gafar dan Kabid Perindustrian Leli Muliani ST serta sejumlah staf lainnya.[]



