IDI RAYEK – Dayah Nurul A'la di Desa Seumanah Jaya, Kecamatan Ranto Peureulak, Aceh Timur, yang terbakar beberapa waktu lalu mendapatkan bantuan senilai Rp1,5 miliar dari pemerintah setempat. Dana bersumber dari APBK Aceh Timur tahun anggaran 2016 ini diharapkan mampu membantu pembangunan dayah tersebut.
 
“Anggaran sebesar ini dengan harapan bisa menjadi dayah terpadu, karena nilai sejarah Dayah Nurul A’la ini sangat tinggi. Apalagi di dalam kompleks dayah juga terdapat Makam Putroe Nurul A’la,” kata Bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M. Thaib, seperti rilis yang disampaikan Humas Pemkab Aceh Timur melalui siaran pers kepada portalsatu.com, Senin, 25 Januari 2016. 

Rocky–sapaan akrab Hasballah M Thaib–sebelumnya sempat mendatangi lokasi kebakaran bersama Wakil Bupati Aceh Timur Syahrul Bin Syama’un, Jumat, 22 Januari 2016. Dalam kesempatan tersebut, Rocky juga mengatakan, tak tertutup kemungkinan Dayah Nurul ‘Ala tersebut suatu saat menjadi Perguruan Tinggi (PT).
 
“Lebih-lebih lahan yang tersedia saat ini saja sudah mencapai 2 hektar,” kata Rocky.

Rocky juga mengatakan akan mengupayakan pembebasan 1,2 hektar lahan sebagai bentuk kepeduliannya terhadap nilai-nilai sejarah Makam Putroe Nurul A'la. Dia berharap dengan adanya pembebasan lahan tersebut, Makam Putroe Nurul A’la benar-benar menjadi situs sejarah dan objek wisata islami seperti harapan masyarakat Aceh Timur.
 
“Makam Putroe Nurul A’la ini bukan hanya situs sejarah milik Aceh Timur, tapi juga milik Aceh secara umum,” kata Rocky.

Dia juga mengatakan bakal membantu semua pesantren yang ada di wilayah Aceh Timur di masa mendatang.

“Itu tetap kita sorot, Insya Allah semua dayah tetap kita bantu sesuai dengan kebutuhan dan kategori dayah,” ujarnya.

Bupati Aceh Timur juga berharap kepada santri Dayah Nurul A’la agar tetap melanjutkan proses belajar mengajar meskipun Asrama Putra plus ruang belajar (balee) terbakar.

“Pengajian tidak boleh berhenti, apalagi untuk sementara kita sedang membangun asrama dan balai sebagai sarana pendidikan di sini. Untuk jenis kitab yang ikut terbakar, diharapkan untuk dilaporkan ke Bagian Dayah Setdakab Aceh Timur sehingga pengadaan ke depan dapat diprioritaskan untuk Dayah Nurul A’la,” kata Rocky.[](bna)