BLANGKEJEREN – Longsor di jalan lintas Nasional Aceh Tenggara-Gayo Lues menimbulkan duka yang mendalam bagi masyarakat Gayo Lues. Selain pasokan kebutuhan terhambat, warga yang hendak melintasi jalan itu juga membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Salah seorang warga Gayo Lues, dokter Mutia, Selasa, 6 Januari 2026, mengatakan hingga hari ini masih terdapat dua titik longsor di lintas Agara-Gayo Lues. Titik pertama berada di daerah Tetumpun, dan titik kedua di Begade 4, Kecamatan Putri Betung.
“Mohon izin pimpinan, sebagai info untuk lokasi longsor di Bagede 4 cukup berat karena bebatuan. Kami tadi melewati longsor dengan jalan kaki lewat kebun masyarakat dengan jalan sangat licin. Lalu naik sepeda motor yang disewakan (50 ribu per sepeda motor) diantar sampai ke longsor Tetumpun,” kata Mutia di grup WhatsApp Bencana Alam Gayo Lues.
Mutia bersama keluarganya dari arah Aceh Tenggara hendak menuju pusat Kabupaten Gayo Lues. Lantaran terjadi longsor, ia terpaksa meninggalkan kendaraan pribadinya di daerah Kecamatan Putri Betung.
“Lokasi longsor di Tetumpun sudah turun batu kembali, mobil tidak bisa lewat, sepeda motor pun sulit, alat berat standby 1 unit di lokasi. Lalu kami jalan kaki kembali lebih kurang 400 meter sampai ke kamp Tetumpun. Di sana ada standby mobil yang bisa membawa penumpang ke Blangkejeren (60 ribu/orang), demikian sebagai informasi,” ujarnya.
Sejak terjadi banjir dan tanah longsor di Kabupaten Gayo Lues sebulan lalu, jalan lintas nasional Gayo Lues-Agar itu dikerjakan oleh PT Hutama Karya, tetapi hingga hari ini masih belum rampung.[]



