LHOKSUKON – Benda yang ditemukan pekerja penggali saluran di Gampong Ude, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Sabtu, 1 Oktober 2016, pukul 11.00 WIB, itu dipastikan mortir dan masih aktif. Tim Jibom Brimob menggunakan baju body armour saat mengevakuasi mortir diduga sisa konflik tersebut.

Pantauan portalsatu.com di lokasi, personel Polres Aceh Utara yang melakukan pengamanan di lokasi meminta masyarakat yang menyemut untuk menjauh saat berlangsung proses evakuasi mortir. Hal itu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Setelah dievakuasi tim Jibom barulah diketahui mortir pabrikan itu merupakan sisa konflik yang masih aktif. Mortir itu memiliki daya ledak tinggi atau high explosive dengan radius 50 meter,” kata Wakapolres Aceh Utara Kompol Suwalto saat ditemui di lokasi.

Suwalto menyebutkan, proses evakuasi berjalan sekitar 30 menit, karena dilakukan penggalian terlebih dahulu, mengingat mortir itu tertanam di kedalaman 50 centimeter.

“Mortir yang panjangnya 20 centimeter dan diameter 10 centimeter itu dievakuasi ke Mako Brimob Detasemen B di Jeulikat, Lhokseumawe. Kami ucapkan terima kasih atas kerja sama dari masyarakat yang langsung melapor ke polsek atas temuan tersebut. Kami harap untuk ke depannya jika ada temuan serupa juga segera melapor, baik ke polres atau polsek,” pungkas Suwalto.[]