Karya: Zahraini Zainal
Dosen Universitas Bina Bangsa Getsampena, Banda Aceh.

Aku adalah lilin
yang menunggu nyalanya sendiri
di sudut meja pertemuan
yang kau janji akan singgahi.

Api rinduku menyala,
meski angin waktu berkali-kali mencoba memadamkannya.
Namun kau,
membawa bara itu ke taman yang asing,
menyalakan cahaya
di telapak tangan bunga ungu
yang bahkan belum mengenal aroma luka di hidupmu.

Kau tinggalkan aku di sini,
dengan sumbu yang menghitam
dan lelehan malam yang dingin.

Aku tak akan mudah memaafkan,
sebab janji yang retak
tak bisa direkatkan hanya dengan kata maaf
seperti pecahan kaca
yang tetap melukai meski direkatkan kembali.

Kau memilih bunga ungu melar
dan menginjak akar
yang telah lama mencengkeram tanahmu.

Kini,
biarlah aku menjadi lilin yang padam,
tak lagi mencari api darimu.
Aku akan belajar menjadi cahaya
yang tak tergantung pada siapa pun,
termasuk pada seseorang
yang begitu mudah menukar yang lama
dengan yang baru.

Banda Aceh/11 Agustus 2025.[]