Lima Desa di Kecamatan
BLANGKEJEREN – Masyarakat yang tinggal di Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, merasa resah pasca dipasang papan plang oleh pihak TNGL, keresahan masyarakat itupun disampaikan kepada pemerintah setempat untuk mencari solusi.
Pernyataan itu disampaikan Sekda Gayo Lues H. Jata saat anggota DPR-RI Komisi V Fraksi PKB H. Irmawan, S.Sos., M.M., reses ke Gayo Lues, Selasa, 5 Agustus 2025, katanya, saat ini ada Lima desa di Kecamatan Putri Betung yang masuk kawasan TNGL dan harus segera dicarikna solusinya.
“Masyarakat di lima desa Kecamatan Putri Betung sangat resah pak, padahal warga disana sudah berdomisili sebelum Indonesia merdeka,” katanya.
Seharusnya kata Sekda, Pemerintah Pusat bersyukur karena warga disana menjaga hutan dengan baik, dan tidak melakukan pembakaran. Jikapun ada warga yang menebang kayu, setelah itu langsung ditanam pohon Kemiri dan sejenisnya.
“Untuk itu kami berharap kepada bapak anggota DPR RI agar memperhatikan masalah ini, supaya masyarakat bisa dengan nyaman berusaha didaerah Putri Betung,” ujarnya.
Anggota DPR RI H. Irmawan, mengatakan akan melakukan negoisasi dengan Pemerintah Pusat terkait permintaan Pemda Gayo Lues itu, sehingga masyarakat tidak dirugikan oleh peraturan-peraturan yang baru.
“Kita sudah upayakan agar kawasan tersebut dibebaskan dari kawasan TNGL, dan kedepan kita juga akan melakukan negosiasi dengan Pemerintah Pusat supaya masyarakat di Kecamatan Putri Betung tidak dirugikan,” katanya.
Berdasarkan catatan sejarah kata H. Irmawan, warga yang tinggal di Kecamatan Putri Betung memang lebih dulu mendiami kawasan tersebut sebelum lahir kawasan Hutan TNGL, sehingga harus diperjuangkan bersama ke pemerintah Pusat.
“Kita akan bangun komunikasi yang baik dengan Pemerintah Pusat supaya masyarakat tidak dirugikan, dan kepada warga Putri Betung agar bersabar karena kami akan memperjuangkanya,” ujarnya.[]




Eh sunguh ke, ume ke pemanis bibir we ea, Male kite engon dih nguk ni IR ni ke peejuang ne oya, terih kite gih mu ceeite le ku gayo ni, lagu si tingket presiden gih te esot e batas e.