Museum Islam Samudra Pasai di Desa Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara menggelar empat perlombaan terkait penguatan karakter murid TK hingga mahasiswa, sejak pengujung Oktober sampai awal November 2020. Para peserta diwajibkan memakai masker, menjaga jarak tempat duduk, dan mencuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah mengikuti lomba itu.

“Kita menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Sehingga semua peserta lomba, baik anak-anak TK, SD, SMP, SMA dan mahasiswa, termasuk guru pendamping anak-anak itu, kita wajibkan pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan di tempat yang kita sediakan,” kata Kepala Museum Islam Samudra Pasai, Nurliana, dikonfirmasi 8 November 2020.

Menurut Nurliana, mulanya diadakan lomba mewarnai gambar koleksi museum tersebut diikuti 28 anak umur 4 sampai 7 tahun (murid TK) pada pengujung Oktober 2020. Selanjutnya, lomba menggambar sekaligus mewarnai koleksi museum yang pesertanya 29 anak usia 7 sampai 13 tahun (siswa SD). Lalu, lomba presentasi koleksi museum untuk 24 pelajar SMP dan SMA, serta lomba storyline koleksi museum tersebut diikuti 11 siswa SMA dan mahasiswa, 7 November 2020.

Nurliana menyebut empat lomba itu bertujuan untuk mendukung penguatan karakter siswa hingga mahasiswa di Aceh Utara.

Dia menjelaskan, ada tiga pilar yang membentuk karakter, yaitu olahpikir, olahraga atau badan sehat, dan olah budaya melalui seni (olahseni). Dengan mengikuti lomba mewarnai dan menggambar koleksi museum, maka akan terjadi olahpikir dan olahseni pada masing-masing anak peserta lomba.

Sedangkan lomba presentasi koleksi museum, kata Nurliana, peserta memperkenalkan salah satu koleksi museum itu tentang kegunaan, dari mana asalnya, dan terbuat dari apa. Adapun lomba story line, peserta membedah tentang satu koleksi itu, bahannya seperti apa, proses pembuatannya bagaimana, dan hasil karya itu untuk apa. “Itu termasuk literasi sebagai salah satu pilar penguatan karakter,” kata Nurliana.

Nurliana menambahkan, pihaknya juga mengadakan kegiatan Belajar Bersama Museum (BBM) secara bertahap untuk anak TK, SD, dan SMP di Aceh Utara. “Kita juga menerapkan protokol kesehatan dalam kegiatan BBM itu. Karena kita menyadari pencegahan Covid-19 sangat penting,” ucapnya.[Irm]