SUBULUSSALAM – Longsor di Kampung Cepu, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, Jumat, 8 September 2017 malam, mengancam puluhan rumah penduduk daerah itu karena jarak longsor dengan rumah warga sekitar satu meter.

Pantauan portalsatu.com, Sabtu, 9 September 2017, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nesal Putra, Kapolsek Penang Iptu Arifin Ahmad dan Kades Capu Syah Buddin tampak di lokasi itu melihat kondisi longsor.

Syah Buddin mengatakan, longsor terjadi tadi malam sekitar pukul 20:00 WIB saat hujan deras mengguyur wilayah itu. Terdapat tiga titik longsor yang sangat parah karena dapat mengancam rumah warga. “Jarak longsor dengan rumah warga, ada yang hanya satu meter, kami sangat takut melihat kondisi ini,” katanya.

Sebagian warga terpaksa mengungsi karena takut terjadi longsor susulan. Bahkan, salah seorang warga terpaksa membongkar rumahnya karena jarak longsor sudah sangat dekat.

Syah Buddin bersama masyarakat setempat berharap Pemerintah Kota Subulussalam dapat melakukan upaya cegah dini untuk menghindari terjadinya longsor susulan.

“Tadi malam hujan, air deras sekali, air mengalir dari jalan aspal ke rumah warga, lalu ke arah belakang sehingga terjadi longsor di bekalang rumah warga,” ungkapnya. “Karena belum ada saluran parit, kondisi badan jalan lebih tinggi sehingga mengalir ke belakang rumah. Bahkan, masuk ke dalam rumah warga,” kata Syah Buddin.

Kepala BPBD Nesal Putra mengatakan, longsor sangat parah. Solusi terbaik, menurutnya, dengan cara membangun saluran parit di depan rumah warga.

Nesal mengatakan, masalah tersebut akan disampakan kepada Wali Kota Subulussalam H. Merah Sakti. Ia meminta warga Cepu lebih waspada mengingat wilayah Subulussalam berpotensi dilanda hujan deras dipekirakan sampai Januari 2018 mendatang.[]