BerandaBerita AcehLPL-Ha: Usut Tuntas Kasus Kematian Gajah di Aceh Utara

LPL-Ha: Usut Tuntas Kasus Kematian Gajah di Aceh Utara

Populer

LHOKSEUMAWE – Lembaga Pembelaan Lingkungan Hidup dan HAM (LPL-Ha) meminta polisi mengusut tuntas kasus kematian Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus), yang ditemukan di Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Ahad, 24 Maret 2024.

LPL-Ha merasa sangat prihatin terhadap rentetan kejadian yang setidaknya telah diketahui publik terdapat empat kasus kematian gajah dalam tiga bulan terakhir di Aceh.

Executive Director LPL-Ha, Nabhani Yustisi, S.H., M.H., dalam keterangannya, Kamis, 28 Maret 2024, meminta pihak terkait untuk mengungkapkan kasus-kasus kematian gajah ini ke publik. Namun, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga harus bertindak. Pemerintah mengeluarkan regulasi perlindungan terhadap beberapa jenis satwa termasuk gajah, tetapi pemerintah seperti setengah hati dalam melakukan perlindungan secara komprehensif.

Menurut Nabhani, sebagaimana diketahui dan diakui secara adat, gajah memiliki jalur (koridor) sendiri, yang untuk kondisi sekarang koridor gajah tersebut telah diserobot manusia baik secara legal maupun ilegal. Disinyalir beberapa koridor itu telah dialihfungsikan oleh pemerintah menjadi lahan konsensi tertentu, seperti untuk lahan perkebunan sawit atau kepentingin lainnya. Seharusnya pemerintah dalam mengeluarkan izin dapat mempertimbangkan dampak yang ditimbulkan, sehingga tidak menimbulkan konflik setelah izin diterbitkan.

“Untuk sekarang, di mana kondisi hutan telah hancur dan sebagian lainnya sudah dalam wilayah konsesi dan kepemilikan orang lain. Pemerintah harus hadir untuk mencari solusi yang baik bagi semua pihak (manusia dan satwa),” kata Nabhani.

LPL-Ha pada Agustus 2023 telah melakukan survei di beberapa kecamatan pedalaman wilayah Aceh Utara untuk mengetahui data secara mendalam terhadap keanekaragaman hayati yang masih dimiliki Aceh Utara. Pihaknya juga melihat ada kelemahan dalam distribusi kewenangan pada sektor kehutanan dan lingkungan hidup yang lebih didominasi pemerintah pusat, hal ini mengakibatkan panjangnya birokrasi penanganan kasus-kasus lingkungan dan kehutanan di daerah.

“Untuk itu, dalam waktu dekat LPL-Ha akan melakukan kajian mendalam terhadap semua regulasi yang menyangkut dengan distribusi di bidang kehutanan, perkebuan dan lingkungan hidup. Jika mengharuskan LPL-Ha, berkemungkinan untuk mengajukan yudisial review terhadap peraturan ini untuk kepentingan keberlanjutan pembangunan di daerah,” ungkap Nabhani.

Untuk diketahui, seekor gajah jantan ditemukan mati dan gading hilang di kawasan Gunung Salak, tepatnya di Kilometer 35 Desa Alue Dua, Kecamatan Nisam Antara, Aceh Utara, Ahad, (24/3). Pihak kepolisian masih menyelidiki kematian gajah jantan tersebut.[]

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita terkait

Berita lainya