TAPAKTUAN – Calon Wakil Gubernur Aceh, T. Machsalmina Ali mengatakan pertumbuhan ekonomi rakyat Aceh 10-15 tahun ke depan diperkirakan mengalami kendala. Hal itu disebabkan minimnya lapangan kerja baru di tengah masyarakat karena tidak tersedia industri yang mampu menampung tenaga kerja lokal.

“Perekonomian rakyat Aceh selama ini baru hidup ketika terlaksananya proyek pemerintah. Jika tidak maka geliat pertumbuhan ekonomi terpantau sangat lesu. Sementara dana Otsus Aceh yang menyumbang pendapatan cukup besar hanya tinggal 12 tahun lagi. Celakanya lagi, dari 12 tahun itu hanya tujuh tahun lagi besarannya sama dengan yang ada sekarang ini. Setelah itu jumlah dana Otsus untuk Aceh akan berkurang setengah dari sekarang,” kata Machsalmina pada acara Musda X Partai Golkar Aceh Selatan, di Tapaktuan, Senin, 14 November 2016.

Menurutnya, untuk mengatasi persoalan tersebut Pemerintah Aceh ke depan harus membangun industri yang mampu mengolah hasil sumber daya alam. Dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, kata dia, keberadaan industri tidak hanya memberikan kontribusi PAD maksimal, tapi juga menyerap tenaga kerja lokal.

“Dengan demikian tingkat pengangguran masyarakat kita akan semakin berkurang. Sebab dengan lapangan kerja yang ada selama ini hanya bertumpu pada sektor pertanian dan perkebunan sawit tidak cukup maksimal untuk membendung ancaman pengangguran besar-besaran nantinya saat alokasi dana Otsus untuk Aceh sudah tidak ada lagi,” katanya.

Mantan Bupati Aceh Selatan dua periode yang maju pada Pilkada 2017 berpasangan dengan calon Gubernur Tarmizi A. Karim ini menyatakan, selain ancaman pengangguran besar-besaran, selama ini rakyat Aceh juga dihadapkan pada persoalan ketergantungan pasokan bahan pokok dan sayur–mayur dari Medan, Sumatera Utara.

Menurutnya, hampir semua kebutuhan bahan pokok rakyat Aceh seperti telur, wortel, cabai, kentang dan sayur mayur lainnya termasuk beras di pasok dari Provinsi Sumatera Utara. Padahal, kata dia, dengan ketersediaan lahan pertanian yang membentang luas serta tanahnya sangat subur di Aceh, sangat cocok untuk dikembangkan menjadi sentra produksi pertanian dan sayur mayur.

“Satu-satnyau solusi untuk merubah perekonomian rakyat Aceh ke depan agar tidak perlu tergantung lagi dengan Sumatera Utara adalah harus ditingkatkan program pemberdayaan masyarakat khususnya para petani. Di samping itu kita juga harus membangun pabrik untuk menunjang pengembangan komoditas pertanian di daerah ini,” paparnya.

Jika rakyat Aceh memberikan amanah kepada pihaknya untuk memimpin Aceh lima tahun ke depan, kata Machsalmina, salah satu program prioritas lainnya yang akan dilakukan adalah peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan kemudahan bagi masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya.

Machsalmina mengaku prihatin melihat kualitas pelayanan kesehatan terhadap rakyat Aceh selama ini. Pasalnya, RSU Zainal Abdin, Banda Aceh, yang notabenenya satu-satunya fasilitas kesehatan terbesar di Provinsi Aceh, masih terdapat para pasien yang ingin berobat terpaksa harus tidur di lantai akibat minimnya ruang rawat inap.

“Kami sangat prihatin melihat kondisi ini, sebab rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Aceh tersebut sudah over kapasitas sehingga dengan jumlah pasien dari seluruh daerah yang membludak tidak mampu tertampung lagi. Untuk mengatasi ini, kami akan mewujudkan program pembangunan rumah sakit regional di pantai barat selatan, pantai timur dan tengah tenggara Aceh nantinya. Sehingga masyarakat yang ingin berobat tidak harus lagi ke Banda Aceh dengan jarak tempuh yang cukup jauh,” tandasnya.

Musda X Golkar Aceh Selatan yang dibuka Ketua DPD I, T. M. Nurlif di Gedung Pertemuan Rumoh Agam Tapaktuan,  turut dihadiri Bupati Aceh Selatan T. Sama Indra, Ketua Golkar Aceh Selatan demisioner, T. Mudasir serta ratusan kader Golkar.

Dalam arahannya, T. M. Nurlif menekankan kepada seluruh pengurus dan kader Golkar Aceh Selatan agar merapatkan barisan bekerja maksimal memenangkan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh yang diusung dan didukung Golkar yakni, Tarmizi A. Karim dan T. Machsalmina Ali pada Pilkada 2017 mendatang.[]

Laporan Hendrik