JANTHO – Kalangan masyarakat yang terdiri dari jamaah ratep seribee, pegiat sejarah dan para keturunan Sultan Aceh menggelar peringatan 277 tahun Sultan Alaiddin Ahmadsyah atau dikenal dengan Maharajalela. Salah satu sultan Aceh yang memiliki jasa besar dalam peradaban Islam Asia Tenggara. 

Acara dilaksanakan pada Senin (24/4) di komplek makam Maharajela, Gampong Siron, Blangbintang, Aceh Besar.

Nama Maharajalela begitu tersohor di Malaysia dan Brunei Darussalam. Hal ini ditandai dengan tercantumnya Maharajalela sebagai nama jalan di Kuala Lumpur, Malaysia dan Brunei Darussalam. Namun disayangkan tidak ada satu nama jalan pun di Aceh yang dinamai dengan Maharajalela. 

Tgk Bustami Mahmud selaku ketua panitia mengusulkan agar jalan di depan makam Maharajela di wilayah Siron persis di depan kuburan massal korban Tsunami Aceh dan sepanjang jalan sampai ke Bandara Sultan Iskandar Muda, agar dinamakan dengan jalan Maharajalela.

Ratusan peserta yang terdiri dari masyarakat gampong Siron, Imum Mukim, para keturunan Sultan Aceh, Ulama dan pegiat sejarah terlihat sangat antusias menghadiri acara ini. Turut  hadir pula warga negara Malaysia.

Kegiatan ini diharapkan dapat dilanjutkan oleh Pemerintah Aceh menjadi kegiatan tahunan, apalagi mengingat Aceh kini baru saja mendapat penghargaan sebagai destinasi budaya terbaik Indonesia dan dunia dalam ajang World Halal Tourism Award 2016. Acara ditutup dengan tausiah yang disampaikan oleh Abi Lampisang dan jamuan makan siang bersama.[]