LHOKSEUMAWE – Ratusan mahasiswa Akademi Kesehatan (Akkes) “mengejar” Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib alias Cek Mad ke gedung DPRK, Rabu, 19 April 2017.
Pantauan portalsatu.com/, para mahasiswa Akkes menggelar unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Aceh Utara sejak pagi tadi. Mereka memprotes Pemerintah Aceh Utara yang ingin mengalihkan status Akkes menjadi Unit Pelaksana Teknis Pendidikan dan Pelatihan (UPT Diklat) Bidang Kesehatan.
Dalam aksi itu, mahasiswa meminta bupati menjumpai mereka, sehingga tuntutannya dapat disampaikan secara langsung kepada orang nomor wahid di Pemerintah Aceh Utara itu. Namun, hanya Asisten III Setda Aceh Utara Iskandar Nasri didampingi Kepala Bagian Organisasi Fauzan yang menjumpai para mahasiswa.
Para mahasiswa kemudian “mengejar” bupati ke gedung DPRK Aceh Utara. Sebab, mereka mendapat informasi, Cek Mad menghadiri rapat paripurna istimewa DPRK tentang penetapan calon bupati dan wakil bupati terpilih hasil Pilkada 2017. Cek Mad merupakan petahana pada Pilkada 2017 yang terpilih kembali.
Cek Mad dan calon Wabup terpilih Fauzi Yusuf (Sidom Peng) tiba di gedung DPRK, sekitar pukul 15.10 WIB. Sekitar lima menit kemudian, ratusan mahasiswa Akkes mulai “mengepung” gedung DPRK dari luar pagar. Mereka berjalan kaki dari Kantor Bupati ke gedung DPRK.
Saat mahasiswa tiba di muka pintu kompleks gedung DPRK, dewan baru saja membuka rapat paripurna istimewa yang dihadiri Cek Mad dan Sidom Peng.
Puluhan personel polisi termasuk Brimob mengamankan gedung DPRK Aceh Utara. Sampai pukul 15.30 WIB tadi, para mahasiswa tidak diizinkan masuk ke halaman gedung dewan. Para mahasiswa tampak berteriak meminta aparat keamanan membuka pintu utama kompleks gedung DPRK. Saat berita ini ditayangkan, aksi mahasiswa dan rapat paripurna istimewa DPRK masih berlangsung.[](idg)


