BLANGKEJEREN – Puluhan mahasiswa Program Studi di Luar Kampus (PSDKU) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Kabupaten Gayo Lues, Selasa, 29 September 2020 mendatangai Dewan perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat, menuntut pemerintah negeri seribu bukit tersebut untuk melunasi sisa dana hibah tahun 2019 sebesar Rp 4 miliar.

Kedatangan mahasiswa itu diterima oleh Wakil Bupati Gayo Lues H Said Sani, Ketua DPRK H Ali Husin, Wakil Ketua DPRK H Ibnu Hasim, Sekda Gayo Lues H Rasyidin Porang, dan Asisten Muhammad Noh. Dalam pertemuan itu semua permasalahan yang dihadapi PSDKU Unsyiah Gayo Lues hingga berimbas kemahasiswa itu dibahas.

Koordinator aksi mahasiswa, Ibrahim Ariga menjelaskan, pihaknya menuntut tiga hal, yakni: Mendesak DPRK membuat rapat dengar pendapat dengan menghadirkan Rektor Unsyiah, Pemerintah Daerah, DPRK dan mahasiswa PSDKU Unsyiah.

Mereka juga mendesak DPRK Gayo Lues mengoptimalkan fungsi pengawasan terhadap penyaluran dana hibah pemerintah daerah, serta mendesak Pemkab Gayo Lues segera melunasi sisa dana hibah tahun 2019 sebesar Rp 4 miliar yang belum disalurkan.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua DPRK Gayo Lues, H Ibnu Hasyim menjelaskan, Pemkab Gayo Lues sudah menyediakan fasilitas mulai dari pengadaan tanah dan gedung, hingga berdirinya kampus PSDKU Unsyiah di daerah dataran tinggi tersebut.

“Sejak kampus berdiri memang tidak ada penambahan, namun untuk mengoperasikan kampus itu merupakan tanggung jawab Unsyiah,” jelas H Ibnu Hasyim yang juga mantan Bupati Gayo Lues tersebut.

Sementara itu Ketua DPRK Gayo Lues, H Ali Husin menyarankan agar Pemkab Gayo Lues mengundang Rektor Unsyiah untuk membahas sejumlah permasalahan. “Jika memang tidak bisa, maka perwakilan dari Gayo Lues akan langsung menuju Banda Aceh menemui dan membicarakan masalah PSDKU Unsyiah dengan Rektor,” katanya.[]