BANDA ACEH – Mahasiswa yang berdomisili di Banda Aceh diminta agar lebih cerdas dan kritis dalam memilih calon wali kota di Pilkada 2017. Hal ini mengingat pemuda dan mahasiswa khususnya, menjadi barisan terdepan agen perubahan di Banda Aceh.
Demikian disampaikan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Kota Banda Aceh (IKAMBA), Rachmad Muchliyan, kepada portalsatu.com, Selasa, 24 Januari 2017.
Untuk itu sangat diperlukan kontribusi kita sebagai mahasiswa dalam pilkada ini untuk memilih pemimpin baru yang akan menjadi harapan kemajuan bagi Kota Banda Aceh tercinta, kata Muchliyan.
Dia menyebutkan IKAMBA secara kelembagaan tetap netral dalam Pilkada kali ini. Mereka juga akan mengawal proses pemilihan hingga terpilihnya pemimpin untuk periode ke depan.
Untuk setiap kader IKAMBA yang terjun langsung dalam momentum pilkada ini, tidak masalah. Karena setiap kader yang memiliki potensi punya hak untuk menentukan arah pilihannya, hanya saja tanpa mengatasnamakan lembaga, kata Muchliyan.
IKAMBA atas nama paguyuban mahasiswa juga akan terus mengawal visi-misi yang telah dikampanyekan kedua calon, agar dapat dijalankan ketika setelah terpilih nanti. “Visi-Misi kedua calon sudah sangat baik agar terciptanya arah pembangunan Kota Banda Aceh dan pelayanan publik yang baik serta pembinaan karakter masyarakat yang lebih produktif, kreatif dan inovatif agar sesuai dengan bingkai syariat, ujarnya lagi.
Terkait pelaksaan debat kandidat pertama, IKAMBA berharap para calon menjadikan moment ini untuk mencerdaskan masyarakat dengan argumen-argumen produktif yang diberikan.
Kami mengharapkan para calon menjadikan moment debat ini untuk mencerdaskan masyarakat, dan memberikan argumen-argumen yang produktif sesuai dengan kebutuhan dan kepentingan masyarakat serta tetap mewujudkan pelaksanaan pilkada yang halal dan damai,” katanya.[]
Laporan: Muhammad Saifullah



