BANDA ACEH – Himpunan Mahasiswa Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah, berencana melaksanakan kegiatan jurnalistik dan kehumasan, dengan narasumber Davi Abdullah dan Yarmen dinamika.
Ketua pelaksana acara tersebut, Jakfar, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan karena mahasiswa sebagai agen of change, sehingga mahasiswa di tuntut untuk memiliki kemampuan di dalam menulis.
“Negara Indonesia, memiliki wilayah yang cukup luas, dan juga memiliki keanekaragaman di dalam masyarakat, maka dari pada itu berita yang ditulis bisa memberikan informasi terkini kepada seluruh wilayah di Indonesia,” katanya, Jumat, 23 Desember 2016.
Jakfar mengatakan, sekarang sedikit mahasiswa yang memiliki kemampuan di dalam menulis, padahal di era modern seperti ini, semua informasi harus berjalan secara cepat. Apalagi di dalam menulis kita bisa memberikan solusi yang tepat, di dalam mewujudkan perubahan.
“Himpunan mahasiswa ilmu politik, hari ini ingin mengambil peran tersebut, perubahan tidak hanya bisa dicapai hanya dengan kegiatan aksi demontrasi saja, namun juga harus memiliki langkah kongkrit yang lainnya, dan menghasilkan peunlis-penulis baru di Aceh, merupakan harapan kami,” katanya.
Ia mengatakan, di Aceh hari ini diisi oleh penulis-penulis tua, padahal, katanya, sudah sepatutnya ada regenerasi yang dilakukan. Menurutnya, sedikit adanya penulis-penulis muda.
“Di dunia-dunia barat banyak sekali penulis penulis muda, yang rata-rata tulisannya memberikan suatu solusi bagi negaranya, mengapa hal itu tidak kita lakukan di negara kita, dan juga mengapa di negara kita lebih menggunakan cara-cara yang keras, baik itu seperti aksi kriminalitas yang menuntut kebijakan pemerintah, maupun aksi demonstrasi yang dilakukan oleh berbagai pihak,” katanya.
Acara tersebut, kata dia, didukung Pemerintah Aceh bidang humas, yang menurutnya merupakan suatu komitmen dari pemerintah Aceh untuk mendorong lahirnya penulis-penulis baru.[]
Penulis: Munawar Sigli



