JANTHO – Forum Mahasiswa Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Aceh menggelar aksi di depan Gedung Rektorat ISBI Aceh, di Kota Jantho, Aceh Besar, Jumat, 2 Juni 2017. Dalam aksi tersebut, mahasiswa menuntut Rektor ISBI Aceh mundur dari jabatannya dan menolak pelantikan wakil rektor yang direncakan hari itu juga.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat dari puluhan aparat keamanan.
Mahasiswa menyampaikan beberapa poin tuntutan yang dibacakan perwakilan demonstran, di hadapan rektor dan tenaga kependidikan (staf) ISBI Aceh. Kondisi aksi sempat berlangsung tegang saat pihak keamanan masuk dalam barisan mahasiswa. Polisi juga diduga memukul dua dosen ISBI Aceh yang mencoba menenangkan mahasiswa dalam aksi tersebut. Saat ini, kedua dosen yang menjadi korban pemukulan ini bahkan turut dibawa ke kantor polisi.
Rahmad, salah satu perwakilan Forum Mahasiswa ISBI Aceh menyebutkan, aksi dilaksanakan mahasiswa untuk menuntut Rektor ISBI Aceh mundur. Mereka juga meminta rektor mempertanggungjawabkan kinerja selama menjabat.
Rahmad juga menyebutkan alasan mahasiswa yang menolak pelantikan wakil rektor ISBI Aceh, yang dilaksanakan hari ini. Menurut mereka pelantikan tersebut dilakukan karena tidak sesuai dengan statuta ISBI Aceh.
“Aksi yang kita laksanakan sebenarnya aksi damai, tidak ada kerusuhan di dalamnya. Namun, kami tidak tahu tiba-tiba aparat kepolisian sudah ramai di kampus, mereka memukul dua orang dosen kami saaat melindungi mahasiswa. Kami berharap kepada rektor dengan sesungguhnya mengelola kampus, jangan sampai merugikan mahasiswa,” kata Rahmad.
Dia menyebutkan kedua dosen yang mendapat tindak kekerasan dalam aksi ini adalah Fadlan Bachtiar, M.Sn (Dosen Tetap Prodi Seni Rupa) dan M. Zubir (Dosen Tetap Prodi Kriya). Kedua korban membenarkan insiden pemukulan terhadap mereka oleh polisi.
“Ya, benar kami dipukul, saat aksi sedang berjalan kami melihat pihak polisi masuk dalam barisan dan memutuskan tali pembatas aksi mahasiswa. Kami khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan mencoba untuk melindungi mahasiswa, tiba-tiba polisi menarik, memukul dan menendang kami serta dibawa kantor polisi,” kata Fadlan, didampingi M. Zubir.[]

