ACEH UTARA – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Malikussaleh (Unimal) Kelompok 100 menggelar sosialisasi pembuatan tanaman hidroponik di Desa Ujong, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, diikuti masyarakat setempat, 6 Februari 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan konsep pertanian hidroponik, yakni metode bercocok tanam tanpa tanah dengan memanfaatkan air dan nutrisi.
Mahasiswa KKN menjelaskan sistem hidroponik memiliki berbagai keunggulan, seperti penggunaan air yang lebih hemat, pertumbuhan tanaman yang lebih cepat, serta hasil panen yang lebih bersih dan sehat.
Ketua Kelompok KKN, Aziz Nurazi, menyampaikan bahwa hidroponik dapat menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam namun memiliki keterbatasan lahan. “Kami berharap dengan sosialisasi ini, masyarakat dapat mulai mencoba sistem hidroponik di rumah masing-masing, baik untuk konsumsi pribadi maupun sebagai peluang usaha,” ujar Aziz, dikutip pada Senin (10/2).
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Yenny Novianti, S.T., M.T., juga mendukung penuh kegiatan ini dan menekankan pentingnya inovasi dalam pertanian. “Sistem hidroponik ini sangat cocok diterapkan di berbagai lingkungan. Dengan metode ini, masyarakat bisa menghasilkan sayuran segar dengan cara yang lebih praktis dan ekonomis,” jelasnya.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan penjelasan serta demonstrasi langsung mengenai:
1. Pengenalan Sistem Hidroponik
Mahasiswa menjelaskan berbagai jenis sistem hidroponik, seperti NFT (Nutrient Film Technique), wick system (sumbu), dan deep water culture (DWC), beserta kelebihan dan kekurangannya.
2. Persiapan dan Instalasi Hidroponik
Masyarakat diajarkan cara menyiapkan peralatan hidroponik sederhana, seperti penggunaan pipa PVC, botol bekas, serta media tanam seperti rockwool.
3. Pemilihan Tanaman yang Cocok
Mahasiswa KKN memperkenalkan berbagai jenis tanaman yang dapat dibudidayakan dengan sistem hidroponik, seperti bayam, sawi, dan pakcoy.
4. Pemberian Nutrisi dan Perawatan
Dijelaskan pula bagaimana cara memberikan nutrisi hidroponik yang sesuai, menjaga pH air, serta mengontrol faktor lingkungan seperti cahaya dan suhu agar tanaman tumbuh optimal.
Salah satu peserta sosialisasi, Muhammad Khadafi, menyampaikan ketertarikannya terhadap metode hidroponik ini. “Dengan sistem ini, kami bisa bercocok tanam tanpa harus memiliki lahan luas. Kami juga ingin mencoba menanam sayuran hidroponik untuk konsumsi sendiri dan mungkin menjualnya nanti,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Unimal berharap masyarakat dapat menerapkan sistem hidroponik sebagai alternatif pertanian yang lebih modern, hemat air, dan bernilai ekonomi tinggi.[](ril)




