LHOKSEUMAWE – Puluhan mahasiswa Universiti Tun Abdul Razak (Unirazak), salah satu institusi pendidikan ternama di Malaysia, memberikan apresiasi kepada Dayah Rakyat Tamora, lembaga pendidikan dan rehabilitasi sosial di Lhokseumawe.

Dayah tersebut dinilai berhasil merehabilitasi sangat banyak mantan pelaku kriminal menjadi individu yang produktif dan bermanfaat bagi masyarakat. Apresiasi itu disampaikan dalam forum diskusi membahas peran lembaga pendidikan nonformal dalam transformasi sosial, di Dayah Rakyat Tamora Nusantara Aceh, di Lhokseumawe, Rabu, 21 Mei 2025.

Mohammad Mukmin dari Unirazak Malaysia, menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan pendekatan unik Dayah Rakyat Tamora dalam membina para mantan pelaku tindak pidana melalui pendidikan agama, keterampilan hidup, dan pembinaan karakter.

Dia menilai Dayah Rakyat Tamora kini dikenal luas karena keberhasilannya dalam mengubah banyak mantan narapidana menjadi pengusaha kecil, pendakwah, guru, dan tokoh masyarakat yang inovatif. “Semoga program semacam ini bisa diadopsi di seluruh dunia,” ucap Mukmin.

Pembina Dayah Rakyat Tamora, Dr. (C) Heri Maulana, S.IP., M.S.M., mengatakan dayah ini telah menunjukkan bahwa transformasi sejati dimulai dari pendekatan yang manusiawi dan berbasis nilai. “Mereka bukan hanya menyelamatkan individu, tetapi juga memperkuat struktur sosial secara keseluruhan,” ujarnya.

“Kami percaya setiap manusia punya potensi untuk berubah. Dengan pendekatan kasih sayang, pendidikan, dan disiplin, banyak yang kembali menjadi pribadi yang berkontribusi bagi masyarakat,” tambah Heri.

Apresiasi dari mahasiswa Unirazak diharapkan menjadi inspirasi bagi institusi lain di Asia Tenggara dalam mengembangkan pendekatan rehabilitasi yang efektif dan berkelanjutan.[]