BANDA ACEH – Peningkatan limbah ampas tebu menggerakkan mahasiswa Teknik Kimia Unsyiah untuk mengubahnya menjadi hal yang bermanfaat. Salah satunya adalah “menyulap” ampas tebu menjadi nanoselulosa.
Adapun para mahasiswa yang mampu menciptakan nano selulosa dari ampas tebu ini adalah Karmila. Dia turut dibantu oleh tiga mahasiswa lainnya, yaitu Aulia Chintia Ambarita, Faisal Yusupi Guswara, dan Muhammad Adam Armando. Mereka bekerja sama di bawah bimbingan Dr. Ir. Sri Aprilia MT.
Kepada portalsatu.com, Kamis, 3 Agustus 2017, Karmila mengatakan nanoselulosa berbahan baku ampas tebu itu dibuat dengan cara hidrolisa asam, “menggunakan larutan asam formiat.”
“Ciri khas yang membedakan penelitian ini dengan penelitian lainnya yaitu pada penggunaan katalis ferric chloride (FeCl3) dan larutan asam berkosentrasi rendah,” kata Karmila.
Dia menyebutkan penelitian mengubah ampas tebu menjadi bahan berguna ini dilakukan di laboratorium dasar jurusan Teknik Kimia Unsyiah, selama empat bulan. Penelitian ini turut dibiayai Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Dikti) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian.
Saya berharap penuh suatu saat ada perusahaan yang memproduksi selulosa maupun nanoselulosa, dapat bekerja sama dengan Teknik Kimia Unsyiah untuk mengembangkan research-nya di sini, ujar Aulia, mahasiswa yang juga terlibat dalam penelitian ini.
Nanoselulosa merupakan material baru yang saat ini dibandrol dengan harga tinggi. Biasanya bahan baku nanoselulosa berasal dari kayu pohon sehingga dinilai merusak lingkungan.
“Oleh karena itu, ampas tebu dinilai lebih ekonomis penggunaannya,” kata Karmila. Atas prestasi tersebut, keempat mahasiswa Unsyiah ini akan diberangkatkan ke Makassar untuk bersaing secara nasional dalam event Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke 30, pada 23-28 Agustus 2017 mendatang.[]

