BANDA ACEH – Komunitas Peubeudoh Sejarah dan Budaya Aceh (Peusaba) mengadakan acara zikir, ziarah dan silaturahmi pewaris raja, ulama, habib dan ulebalang serta segenap rakyat Aceh di Gampong Pande, Minggu, 1 Oktober 2017. Kegiatan ini bertujuan untuk mempersatukan seluruh rakyat Aceh dalam melindungi sejarah Aceh.
“Dengan semua pihak bersatu, maka diharapkan tidak ada lagi satu situs pun yang hilang, bahkan kalau bisa, satu nisanpun peninggalan lama jangan sampai dirusak lagi di masa depan,” kata Ketua Peusaba, Mawardi Usman.
Acara zikir tersebut dipimpin Syeikh Sirajuddin Saman salah satu ulama Aceh yang sangat mendukung penghentian proyek Ipal di makam Ulama gampong Pande. Beliau meminta agar IPAL dihentikan selamanya.
Acara juga diisi dengan sambutan dari pihak Jamalullail dan sambutan dari Ketua DPRK Banda Aceh dan tausiyah dari Abu Raman selaku Wakil Ketua MAA Aceh.
Acara kemudian dilanjutkan dengan acara ziarah ke makam Tuan Di Kandang yang diikuti banyak peserta. Mereka juga bertandang ke makam Raja Gampong Pande, makam Putroe Hijoe dan makam kesultanan yang ada dalam tambak warga Gampong Pande.
“Acara diakhiri dengan salat berjamaah bersama di Masjid Tgk Di Kandang. Peusaba mengharapkan agar makam para raja dan ulama di Gampong Pande ditegakkan kembali, dan yang tertanam diangkat kemudian diberi atap yang khas Aceh sehingga bisa menjadi destinasi wisata baru di Banda Aceh,” katanya.[]


