KAPTEN LET PANDE
Episode 11 – Cerita Bersambung – Novel Serial

Karya: Thayeb Loh Angen

“Apakah dia sudah dinikahkan? Mengapa dia tidak terlihat saat aku datang,” Kapten Let Pande melihat ke seluruh penjuru halaman berpasir itu. Hanya dua orang tentara yang langsung berdiri menghormat saat dia tiba.

“Aku akan lama di sini, kalian bersikap biasa,” Kapten Let Pande mendekati seorang penjaga. Kemudian, dia berbisik.

“Putri Teungku Chik di mana. Aku tidak melihatnya dari tadi.”

“Kami tidak tahu apa-apa. Mohon Kapten jangan tanyakan itu,” wajah penjaga itu mulai pucat.

Itu membuat Kapten Let Pande menggaruk-garuk kepala, lalu memegang bahu penjaga berwajah Persia itu seraya menatap wajahnya lekat-lekat.

“Engkau masih tersadar, kan? Aku tidak melakukan apa-apa padamu, mengapa takut?”
“Kami bukan takut padamu, tetapi pada anak dara Teungku Chik, Putri Nilam Cahya. Kalau dia tahu kami membicarakannya, maka kami akan dipukulnya sampai tidak sanggup berjalan. Kami sudah beberapa kali harus diurut oleh Teungku Chik karena itu,” kata penjaga berwajah Ethiopia.

“Kalian tantara terlatih, mengapa dapat dihajar oleh seorang gadis cantik.”
“Bukan. Dia bukan.”

“Bukan apa?”

“Gadis cantik. Bukan. Dia bukan, dia itu….”

“Dia itu apa? Engkau berkata-kata tentangnya yang bukan-bukan?” Kapten Let Pande merangkul pundak tentara berwajah Ethiopia.

“Oh, baru kuingat. Ini ada air nira untuk kalian. Silakan minum,” Kapten Let Pande mengeluarkan guci minumannya. Sebelum ke Indrapuri, dia ke Seulimum dulu, membeli air nira, kesukaan Teungku Chik.

“Selama lima tahun aku tidak di sini, apa yang terjadi. Mengapa pasukan khusus seperti kalian takut pada seorang gadis mungil,” Kapten Let Pande duduk di balai-balai penjaga.