LHOKSUKON – Masyarakat di Kabupaten Aceh Utara diimbau untuk kembali memakmurkan masjid dan tempat ibadah umat Muslim lainnya. Selama ini yang terlihat ramai justru warung kopi (warkop).
Hal itu disampaikan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Utara, Teungku Abdul Mannan kepada portalsatu.com, Rabu, 23 November 2016. Menurutnya, sepinya masjid dan tempat ibadah umat Muslim lainnya, serta ramainya tempat yang tidak bermanfaat bagi agama merupakan salah satu tanda dunia sudah mendekati kiamat.
“Saat ini masjid, mushalla dan balai pengajian mulai sepi. Itu merupakan keadaan alam, semakin maju, orang lebih suka berada di tempat-tempat yang tidak bermanfaat. Hal itu terjadi karena lemahnya hukum. Di sini, MPU juga tidak memiliki wewenang penuh,” ujarnya.
Teungku Abdul Manan menambahkan, selama ini ada beberapa aturan yang dikeluarkan pemerintah melalui qanun tidak berjalan sesuai harapan. MPU sudah beberapa kali memusyawarahkan dengan pemerintah.
“Jika memang hukum agama tidak diindahkan lagi, maka harus diterapkan hukum pemerintah. Jika hukum pemerintah tegas dan diperkuat dengan pengawasan, maka Insya Allah sedikit terminimalisir,” pungkasnya.[]


