SIGLI – Massa pendukung calon Bupati-Wakil Bupati Pidie Roni Ahmad (Abusyik)-Fadhlullah T.M. Daud kembali berunjuk rasa depan kantor KIP setempat, Sabtu, 11 Februari 2017, sekitar pukul 11.00 WIB. Kali ini, kedatangan mereka ke kantor KIP juga diramaikan pendukung calon Gubernur-Wakil Gubernur Aceh Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah.

Ketika massa tiba di halaman kantor KIP Pidie, mereka langsung dihadang personel Brimob yang melakukan pengalaman.

Namun, sebagian warga dalam kerumunan itu mengaku tidak tahu tujuan ke KIP Pidie lantaran hanya ikut-ikutan. Tujuan utama mereka ingin berangkat ke Banda Aceh untuk mengikuti kampanye Irwandi-Nova. “Saya tidak tahu tujuan ke KIP Pidie, karena kami hendak menghadiri kampanye Bang Wandi di Banda Aceh,” kata seorang warga yang menggunakan baju oranye.

Sementara massa pendukung Abusyik mengaku kembali mendatangi KIP Pidie untuk mempertanyakan soal sanksi yang diberikan KIP hanya karena persoalan kopiah merah saat debat publik pada Januari.

(Baca: Tidak Tayang Iklan Abusyik, Ini Penjelasan Komisioner KIP Pidie)

Faisal salah seorang tim Abusyik mengaku kedatangan mereka ke KIP Pidie untuk meminta pernyataan secara tertulis tentang kopiah merah yang mereka gunakan merupakan atribut kampanye. Padahal, menurutnya, kopiah yang mereka gunakan tidak termasuk dalam atribut atau alat peraga kampanye.

“Kami minta pernyataan secara tertulis dari KIP, bahwa kupiah merah termasuk atribut kampanye,” kata Faisal saat berorasi.

Dalam orasinya, Faisal mengatakan, pihaknya memberi waktu 10 menit kepada KIP Pidie untuk membuat surat pernyataan tersebut. Jika dalam waktu itu tidak ada surat, kata dia, massa akan menerobos masuk ke kantor KIP. Namun, sampai batas waktu yang disampaikan itu, KIP Pidie tidak memberikan surat pernyataan seperti tuntutan massa.

Akhirnya, para pengunjuk rasa membubarkan diri secara tertib. Sebagian di antara mereka langsung berangkat ke Banda Aceh menghadiri kampanye Irwandi-Nova.[]