SIGLI – Pembangunan manusia dan kebudayaan merupakan suatu proses menyeluruh siklus kehidupan manusia, mulai dari bayi hingga lanjut usia. Namun, terdapat anggota masyarakat yang mengalami keterbatasan dalam melaksanakan fungsi sosialnya pada kehidupan bermasyarakat.
Penyandang disabilitas juga mengalami berbagai risiko sosial ekonomi, keterbatasan akses akan informasi, akses lapangan pekerjaan, akses pendidikan, akses kesehatan, dan lainnya.
Tak terkecuali di Kabupaten Pidie dengan jumlah populasi kaum disabilitas diperkirakan mencapai angka enam ribuan lebih yang tersebar di 23 kecamatan. Mereka saat ini belum terpenuhi hak-haknya sebagai warga negara dengan kesetaraan yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2011. Pemerintah juga telah menerbitkan tujuh Peraturan Pemerintah (PP) sebagai amanat dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
Bagi pasangan calon bupati dan wakil bupati di Pilkada Pidie 2024, Sarjani Abdullah-Alzaizi, layanan kesetaraan bagi penyandang disabilitas menjadi program utama jika mereka diamanahkan rakyat memimpin Pidie lima tahun ke depan.
“Kami berkomitmen mewujudkan kesetaraan dan kesamaan hak penyandang disabilitas, tidak hanya sebagai subyek tetapi juga berperan aktif berkontribusi dalam pembangunan,” tegas Alzaizi di atas panggung debat public digelar KIP Pidie di Gedung Pidie Convention Center (PCC), Rabu, 13 November 2024, malam.
Kepada penyandang disabilitas, lanjut Alzaizi, akan diupayakan akses pendidikan secara merata di seluruh pelosok sehingga warga berkebutuhan khusus tersebut mendapat pendidikan layak sebagaimana warga lainnya.
“Sektor pendidikan dan pelatihan khusus pemberdayaan pengembangan potensi sehingga mampu berkembang menjadi individu atau kelompok penyandang disabilitas yang berdaya dan mandiri,” imbuhnya.
Pemerintah juga menyediakan jalur khusus bagi penyandang disabilitas seperti rumah sakit umum, halte bus, dan tempat pelayanan publik lainnya. Program itu akan diwujudkan jika mereka dimandatkan rakyat sebagai pemimpin Pidie.[](Zamahsari)




