Telah keluarlah  purnama di atas kita

rembulan yang lain pun sembunyi karenanya

Tidak pernah kujumpa walau sekali

laksana indahmu, wahai kebahagiaan

(Maulid Al-Barzanji)

Bulan Rabiul Awal merupakan detik dilahirkan  sosok khatimul ambiya Nabi Muhammad SAW. Beliau merupakan manusia pertama yang diciptakan secara maknawi, namun menjadi nabi terakhir yang diutus ke alam dunia yang fana ini.

Ucapannya merupakan  wahyu, langkah dan prilakunya menjadi tarekat, akhlak Rasulullah sebagai cermin keteladanan. Kepribadian Nabi Muhammad sebagai sang Kekasih Allah, untaian dan belaian tangannya menentramkan gundah anak-anak yatim, genderang kemurahan qalbu rasul akhir zaman menyalakan obor kehidupan janda-janda miskin, dan mengajarkan kemuliaan dalam kesahajaan dan penuh kebijaksanaan.

Keagungan jiwa sang Nabi SAW diakui kawan maupun lawan. Keberaniannya menggetarkan singa padang pasir, kelembutannya laksana belaian kasih seorang ibu. Beliau begitu dicintai penghuni langit dan bumi, hingga potongan rambut dan air ludahnya yang harum pun tak pernah sampai menyentuh bumi, karena diperebutkan sahabat-sahabatnya. Begitulah Abu Sufyan menceritakan perihal Muhammad menjelang Fath Makkah, pembebasan Kota Makkah.

Tubuhnya termasyhur memancarkan keharuman alami. Jika tangannya menyentuh kepala seorang anak, orang akan segera tahu bahwa ia baru saja disentuh Rasulullah. Semesta raya memanjatkan doa, mengucap salam dan memohonkan kasih Allah baginya. Bahkan Sang Pencipta sendiri ikut mengucapkan salam kepadanya. Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi (Muhammad). “Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu sekalian untuk Nabi, dan berikan salam penghormatan untuk-Nya”(QS Al-Ahzab 56).

Kapan dilahirkan ?

Banyak pendapat tentang kapan Rasulullah Saw dilahirkan. Namun pendapat yang kuat dalam pemahaman mayoritas ulama ahli sunnah waljamaah (aswaja), beliau dilahirkan pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah, sebagaimana disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bayhaqi, Muhammad bin Ishaq berkata: “Rasulullah dilahirkan pada 12 malam bulan Rabiul Awal”. Al-Baihaqi berkata: “Kami meriwayatkan dari Ibnu Abbas kemudian dari Qais bin Makhzamah kemudian dari Qubats bin Asyim bahwa Nabi dilahirkan pada tahun Gajah. Al-Zuhri dan yang mengikutinya mengatakan bahwa dilahirkan sesudah tahun Gajah. Pendapat pertama lebih sahih (HR al-Baihaqi dalam Syuab al-Iman)

Bulan Rabiul Awal merupakan bulan bermulanya musim bunga bagi tanaman. Berdasarkan kebiasaannya di jazirah semenanjung Arab, ketika bulan Rabiul Awal tiba pepohonan sudah mulai berbuah. Maka nama bulan ini diambil sempena musim berbunga tanaman mereka. Dan setelah kedatangan Islam, Rasulullah SAW telah mengekalkan nama Rabiul Awal ini hingga saat ini yang berada pada bulan ketiga dalam kalendar Hijriah ini membawa satu peristiwa besar yang dikenal dengan maulid Nabi.[]