BANDA ACEH – Ketua Rakan Mualem Kota Banda Aceh Periode lalu, Rendi Umbara, menilai faktor yang menjadi potensi ancaman keamanan nasional dalam pelaksanaan Pilkada Tahun 2017 salah satunya adalah pemberitaan media. Medialah yang menjadi faktor pendukung utama dalam terlaksananya Pemilu berkualitas, jujur dan adil.
Rendi Umbara menilai pemberitaan media bisa memicu konflik baru di Aceh pada Pilkada 2017 ini karena adanya kepentingan para pemilik media yang saat ini terlibat aktif dalam Pilkada. Fenomena ini menurutnya menjadi ancaman buat netralitas pemberitaan yang disajikan untuk dikonsumsi publik khususnya di Aceh.
Tugas pers bukanlah untuk menjilat penguasa tapi untuk mengkritik yang sudah berkuasa. Sulit rasanya untuk mengharapkan pemilu yang independen ketika media tidak menjalankan fungsinya dalam mendidik masyarakat dan menjaga netralitas.
“Keterlibatan pemilik media dalam Pilkada 2017 tentunya akan memperngaruhi netralitas pemberitaan, karena polanya tentu sudah jelas untuk memenangkan atau memberikan ruang yang besar bagi si Calon Kepala Daerah secara faktual melalui pemberitaan yang tidak netral. Peran media disini justru terancam rawan memicu konflik sosial di Aceh. Aceh merupakan provinsi yang baru 11 tahun melakukan perdamaian dengan Indonesia itu artinya darah dan air mata janda korban konflik belum kering. Jika perkembangannya terus seperti ini, kita khawatirkan keamanan di Aceh yang sudah dijaga akan kembali sirna oleh ulah para media yang telah dipesan untuk pilkada. Saya berharap netralitas ini tetap harus dijaga, karena biar bagaimanapun ruang publik tidak bisa dimiliki oleh siapapun” kata sarjana hukum unsyiah ini.


