ISTANBUL – Universitas Ibn Khaldun (Ibn Haldun Universitesi) di Istanbul, Turki mengadakan forum peradaban (Medeniyetler Surasi Civilizations Forum), di kampus tersebut, Jumat-Senin 20-23 Oktober 2017.

Acara di universitas yang gedung barunya tengah dibangun bergaya arsitektur Ottoman tersebut menghadirkan puluhan pakar dari beberapa universitas di beberapa negara. Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dijadwalkan turut hadir.

Seorang peneliti dan pengamat perkembangan Asia Tenggara, Dr Mehmet Ozay, dijadwalkan turut memberikan materi dan menjadi moderator untuk sesi Asia Timur dan Asia Tenggara.  

“Saya undang Prof. Jatswan Singh dari Universiti Malaya, dia akan bicara tentang hubungan State dan Buddhism di Myanmar, dan isu Rohingya. Presiden Erdogan dijadwalkan menghadiri acara ini pada hari Sabtu,” kata Mehmet Ozay, kepada portalsatu.com, dari Istanbul, Kamis, 19 Oktober 2017.

Sebagaimana diketahui, Mehmet Ozay merupakan sosiolog lulusan Marmara University, yang telah meneliti sejarah Aceh dan dunia peradaban di Asia Tenggara. Beberapa bukunya telah diterbitkan. Di antaranya, 'Kesultanan Aceh dan Turki – Antara Fakta dan Legenda”, juga buku tentang orang Moro, dan beberapa buku lain.

Mehmet Ozay yang merupakan founder organisasi kebudayaan antarbangsa, PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh-Turki), mengabarkan, sebuah bukunya tentang sejarah Aceh dari zaman pra Islam sampai awal abad 20 dalam proses penerbitan di Istanbul.

Selain meneliti bidang peradaban, Mehmet Ozay menulis secara rutin untuk media-media Turki tentang perkembangan di Asia Tenggara. Sebelumnya ia juga pernah mengurus perwakilan media negara Turki, yakni TRT Turk perwakilan Kuala Lumpur, dan Anadolu Agency di Jakarta, selama beberapa waktu.[]