BANDA ACEH – Acara Seminar bertajuk Keluarga Inspiratif: Catatan Hati Bunda yang dijadwalkan berlangsung di AAC Dayyan Dawood, 2 April 2016, pukul 09:30 WIB, diduga, dibatalkan tanpa konfirmasi peserta yang telah membeli tiket.
Salah seorang peserta, Era, mengatakan, ia datang ke tempat tidak ada acara. Ia mengaku, dirinya tidak mendapatkan kabar pembatalan acara tersebut sehingga datang pada pagi itu ke AAC, dari luar kota Banda Aceh, dengan meninggalkan kegiatan lain.
Saat saya dan seorang kawan di sini, yang ada hanya penghias ruangan untuk acara pernikahan besok. Dan ada sekira dua puluhan hadirin untuk acara Asma Nadia. Mereka sangat kecewa. Seharusnya acara itu acara besar, bukan seperti ini yang berkesan cilet-cilet. Untung kami tiket biasa, 50 ribu, ada ibu-ibu yang hadir di sini membeli tiket VIP, 15o untuk ia dan anaknya, kata Era.
Dia mengatakan, ibu tersebut mengaku kecewa dan malu karena telah membawa anaknya ke tempat acara tersebut. Sebagian hadirin, katanya, membeli tiket di sebuah toko buku di seputaran Jambo Tape.
Ternyata begini modelnya, kita sudah janji pada anak dan mengajaknya ke sini, takutnya anak tidak percaya lagi pada kita, dan seharusnya itu dimulai pada pukul 8:30 WIB, tapi di undangan/tiket ditulis 9:30 WIB, kata Era, meniru ucapan ibu tersebut.
Era mengaku telah menghubungi panitia tentang pembatalan acara tanpa konfirmasi kepada pembeli tiket. Peserta lain yang hadir di tempat acara mengatakan, panitia acara tersebut tidak profesional, sementara itu acara besar.
Panitia punya dua kesalahan fatal. Yang pertama membatalkan acara, kedua, tidak mengumumkan pembatalan kepada semua pemesan tiket, itu yang ingin dibuat adalah acara besar, tapi panitianya tidak profesional, katanya.
Di waktu terpisah, Ketua FLP Banda Aceh, Aula Andika, melalui telepon selulernya, mengatakan, panitia acara tersebut adalah sebuah EO (Event Organizer) bernama Media Kreatif Bangsa di Jakarta. Mereka yang akan mendatangkan Asma Nadia. FLP Banda Aceh, kata Aula bukan panitia, tetapi hanya membantu menjual tiket, dan hanya di urutan akhir pihak yang membantu panitia.
“Mitra resmi panitia di Aceh adalah LDK Unsyiah, Fosma. Kami hanya membantu, dan tiket terbanyak yang laku adalah yang kami jual, sementara dari pihak LKD hanya beberapa. Kami, melalui SMS, telah mengumumkan pembatalan itu kepada pembeli tiket,” kata Andika.
Aula mengatakan, acara ini dibatalkan oleh EO Media Kreatif Bangsa secara sepihak, karena sedikitnya peserta yang mendaftar sehingga EO tidak mendapat fee kalau acara dilaksanakan.
“EO Media Kreatif Bangsa baru mengabari pembatalan pada Rabu atau Kamis malam,” kata Andika.[](tyb)


