Oleh: Thayeb Loh Angen
Penyair dari Sumatra
Kepala Sekolah Menulis Thayeb, Jurnalis portalsatu.com/, Sekretaris Jenderal Majelis Seniman Aceh.
“Nun. Demi Pena dan apa yang mereka tuliskan.”
Quran, Surat 68 Al-Qalam, ayat 1.
Alhamdulillah. Segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Pada sore itu, Ahad, 19 November 2023, Muhammad Zulkausar Barazy atau Kausar mengubungiku. Katanya, ada rekan-rekan SHF (Sekolah Hamzah Fansuri) dari Pidie tengah berada di Banda Aceh, ingin jumpa. Maka berjumpalah kami pada malamnya.
Pertemuan tiba-tiba dengan rekan-rekan SHF ini pun menjadi silaturrahmi dan kesempatan menyampaikan hal baru. Bahwasanya, sejak 9 November 2023, aku menetapkan menghidupkan sekolah menulis lagi, dengan nama baru, Sekolah Menulis Thayeb (SMT).
Ada beberapa sebab mendasar yang membuat nama SHF tidak lagi digunakan dalam sistem SMT. Hanya dijelaskan kepada anggota SHF saja, itupun jika mereka menanyakannya.
Salah satu hal menarik pada pertemuan ini adalah, aku diminta menjelaskan cara menulis bahasa Aceh untuk mereka, bisa secara online, di dalam grup WhatsApp SHF. Tadinya, kusangka disarankan sebagai tambahan mata pelajaran SMT. Ternyata, di kemudian hari malah kumasukkan mata pelajaran bahasa Aceh dan nazam Aceh sekalian ke dalam kurikulum.
Sejarah Pendirian Sekolah Menulis Thayeb
Sekira tahun 2012/2013, Mirza Saputra, saat itu dia masih mahasiswa USM (Universitas Serambil Makkah), mengajak membuka kelas menulis. Maka kami pun mendirikan ISHF (Institur Sastra Hamzah Fansuri). Mirza Saputra mendesain logo (lambang) ISHF. Pada saat itu, Zahraini Zainal ikut membantu pendiriannya.
Ada beberapa kali pertemuan, kami menggunakan balai (kantor) PuKAT (Pusat Kebudayaan Aceh-Turkiye), juga ruang belajar di USM, sekali. Setelah itu berhenti.
Sekira tahun 2014, Muhajir Ibnu Marzuki, saat itu masih sebagai Ketua Mapesa (Masyarakat Peduli Sejarah Aceh) mengajak melatih menulis. Maka, ISHF kuhidupkan lagi dengan mengubah nama menjadi SHF (Sekolah Hamzah Fansuri), sebagai sayap kanan PuKAT. Addin Ismail mendesain logo (lambang) SHF.

Sistem belajar saat itu dari kedai kopi ke kedai kopi dari tempat bersejarah ke tempat bersejarah. Ada 2 angkatan kelas menulis SHF yang selesai, satu angkatan menulis tidak selesai, dan ada satu angkatan kelas pembicaraan umum (public speaking). Setelah itu, pada akhir tahun 2016, berhenti.
Pada Oktober 2023, kami, PuKAT dan Majelis Seniman Aceh (MaSA), diundang ikut mengisi stan pameran di Pekan Kebudayaan Aceh ke-8, yang dilaksanakan pada 4-12 November 2023, di Banda Aceh.
Banyak kegiatan kami masukkan di dalamnya, salah satunya kumasukkan melatih anak-anak usia Sekolah Dasar untuk menulis.
Namun, karena telat tidur selama beberapa malam atas urusan itu, kesehatanku menurun sehingga aku tidak bisa menghadiri pembukaan stan tesebut. Aku hanya dapat hadir pada hari-hari akhir PKA-8, itu pun hanya beberapa jam.
Dengan kesehatan demikian, aku juga batal naik panggung untuk syarah isi lagu seraya musik dimainkan di panggung utama yang diajak oleh Kepala Sekolah Musik Moritza, maestro Moritza Thaher.
Walaupun demikian, pada malam penutupan, aku mulai pulih dan terpaksa hadir sampai tengah malam di udara terbuka itu, yang memaksaku memperpanjang waktu istirahat beberapa pekan ke depan, sepanjang November.
Namun, hal paling aku ingin lakukan dan batal di stan itu adalah mengajarkan anak-anak menulis. Itu tidak dapat kuulangi. Pada stan, Ketua FLP (Forum Lingkar Pena) Aceh, membawa selebaran acara menghadirkan Asma Nadia ke Banda Aceh pada 25 November 2023 untuk mengisi seminar menulis.
Asma Nadia adalah adik Helvy Tiana Rosa. Mereka berdua adalah tokoh berpengaruh di dunia Islam. Mereka penulis dan produser film aliran islami di Indonesia. Ayah mereka asal Aceh, Amin Usman atau Amin Ivo’s, pengarang lagu terkenal di Indonesia. Kakek mereka adalah TM. Usman L. Muhammadi, seorang ulama yang juga umara di Aceh, yang hadir di masa Ali Hasyimi.
Asma Nadia pun datang ke Aceh pada 24 November 2023 untuk mengisi seminar menulis pada pagi ke siang 25 November 2023. Keesokan harinya, Asma Nadia dan pemandunya di Banda Aceh, Cut Rizka Safrianti, dan rekan lainnya, menjumpai pengurus Majelis Seniman Aceh. Hadir Ketua Umum Chairiyan Ramli, Ketua 1 Teuku Abdul Malik, Syafwina (Wina SW1), dan Muhajir Juli.
Aku tidak bisa hadir, masih demam berat saat itu. Sebenarnya pada 24 November dan 25 November pagi aku sudah membaik. Namun, karena terjebak hujan pada siang dan sore 25 November dan dilanjutkan membuat acara Mimbar Penyair 2 di Abon Kupi pada malamnya, aku demam berat lagi.
Oleh karena itu, disebabkan tidak sempat mengajar menulis di stan ditambah masih ada rekan yang membuat acara menulis, sampai mengundang Asma Nadia, maka pada tanggal 9 November 2023 itu, saat bisa hadir di stan, aku bertekad menghidupkan sekolah menulis lagi. Afrizal Hidayat (Urjal) mendesain logo (lambang) Sekolah Menulis Thayeb (SMT).
Kali ini, dijalankan secara tetap dan berkelanjutan, di tempat khusus, dan mengambil belanja pendidikan, supaya dapat menghidupi dirinya sendiri. Maka, kuumumkanlah mendirikan Sekolah Menulis Thayeb (SMT). Aku harus belajar lagi dan berupaya keras supya itu berhasil dengan baik, atas izin Allah Ta’ala.
Setelah sebulan menyiapkan rumusan, maka pada 9 Desember 2023, aku sudah lengkap menyusun kurikulum dan para calon guru untuk setiap mata pelajaran. Ada sekira 14 mata pelajaran dan sekira 44 orang pengajar, dengan 2 atau tiga angkatan per tahun. Setiap angkatan 1 sampai 4 kelas.
Setiap angkatan SMT menjalankan belajar mengajar selama 14 pekan, dengan mata pelajaran, yaitu: berita straight news, feature, esai, puisi, cerita pendek, bahasa Aceh, nazam Aceh, ilmiah akademik, skenario film, lirik lagu, skenario teater, naskah pidato, buku esai, novel.

Belajar angkatan I Tahun 2024, rencananya, dimulai pada akhir Januari 2024 sampai awal April 2024. Setelah mengikuti rangkaian pelajaran, setiap angkatan akan mengikuti kemah menulis. Karya-karya yang dihasilkan saat kemah menulis akan diterbitkan sebagai buku kumpulan karya bersama.
Dengan cara ini, setelah berhasil angkatan I 2024, insyaallah, Sekolah Menulis Thayeb dapat membuka kelas juga di Lhokseumawe, dan kota-kota lainnya. Wallahua’lam.
Banda Aceh, 11 Desember 2023.
Thayeb Loh Angen.[]









Menarik sekali SMT ini, gimana cara kita ikut waiting listnya Bang Thayeb untuk kelas berikutnya?