BANDA ACEH Akhir Januari lalu sempat mencuat kabar bahwa di Aceh PAN akan mengusung calonnya sendiri untuk bertarung dalam pilkada 2017 mendatang merebut kursi gubernur. Nama A Farhan Hamid pun muncul dalam bursa pencalonan.
Meski belum resmi, tapi nama tersebut terus wara-wiri di tengah masyarakat. Bahkan beberapa spanduk dan poster A Farhan Hamid mulai terlihat di beberapa titik. Di ibu kota Aceh sendiri poster tersebut mulai nampak dengan beberapa kalimat persuasif.
Namun hari ini pada 11 Agustus 2016 sore hari, PAN secara resmi mengusung pasangan Muzakir Manaf TA Khalid untuk merebut kursi gubernur Aceh di pilkada 2017 mendatang. Keputusan tersebut datang langsung dari DPP PAN pusat. Dengan keputusan tersebut maka PAN tak lagi mengusung calonnya sendiri dalam pilkada 2017 mendatang karena telah sepenuhnya mendukung pasangan calon Muzakir Manaf dan TA Khalid.
Terkait dengan A Farhan Hamid, ketua PAN Aceh, Anwar Ahmad pun angkat bicara. Ia mengatakan bahwa dalam internal PAN Aceh sangat banyak kader potensial yang bisa menjadi calon gubernur Aceh mendatang. Namun karena berbagai pertimbangan sampailah PAN pada keputusan untuk mengusung pasangan Muzakir Manaf TA Khalid.
Kita memiliki kader potensial dan berkualitas namun berbicara pada kepentingan pilkada banyak hal yang harus kita lengkapi. Tentu saja PAN yang memiliki 7 kursi tidak mencukupi untuk mengusung sendiri, ucap Anwar dalam konferensi pers tersebut.
Ia mengatakan bahwa banyak hal yang dipertimbangkan PAN untuk mengusung Muzakir Manaf dan TA Khalid dan tak jadi mengusung A Farhan Hamid. Anwar Ahmadselaku ketua PAN Aceh mengatakan bahwa terkait dengan hal tersebut A Farhan Hamid akan mengelurakan pernyataan resminya.
Saya juga tidak tahu persis bagaimana Bang Farhan sendiri, beliau nanti akan mengeluarkan pernyataan sendiri yang bahwa memang beliau awalnya ingin seperti itu tapi pada akhirnya begini. Saya yakin beliau sangat paham dan merestui keputusan ini, ucapnya.[]



