BANDA ACEH – Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh Dr Tgk H Mutiara Fahmi Razali Lc MA  mengatakan bahwa bulan suci Ramadan (Ramadhan) merupakan momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan ibadah dan memperbanyak amalan kebaikan.

“Salah satu tradisi yang diwariskan oleh Rasulullah Saw dan para sahabatnya adalah bertadarus Alquran (Al-Qur’an), yaitu membaca dan mengulang-ulang ayat suci dengan penuh ketelitian.”|  papar Tgk H. Mutiara Fahmi, dalam ceramah bakda Isya dan terawih di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, 17 Maret 2025, bertepatan dengan malam 18 Ramdhan 1446 H.

Ia menjelaskan bahwa setiap Ramadan, Rasulullah Saw bertadarus Al-Qur’an bersama Malaikat Jibril. Bahkan, pada tahun terakhir sebelum wafat, beliau menyelesaikan tadarusnya sebanyak dua kali. Hal ini menunjukkan pentingnya membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar, serta memperbaiki bacaan melalui bimbingan yang tepat.

Dengan mengangkat tema ceramah tentang Tradisi Ulama Salaf di Bulan Ramadhan, Tenaga Pengajar Dayah Darul Ihsan, Abu Krueng Kale, Siem Aceh Besar ini juga mengisahkan tentang seorang sahabat Nabi, Abdullah bin Amru bin Ash, dikenal dengan kecintaannya terhadap Al-Qur’an.

Sahabat ini mampu mengkhatamkan 30 juz dalam sehari. Namun, Rasulullah Saw mengingatkan agar ibadah tetap dilakukan dengan seimbang, sehingga tidak mengabaikan hak-hak tubuh dan keluarga. Dalam akhirnya, Abdullah menyepakati anjuran Nabi untuk mengkhatamkan Al-Qur’an dalam jangka waktu tiga hari.

Kisah ini, kata Tgk Mutiara Fahmi menjadi inspirasi bagi umat Islam di era modern, termasuk di Aceh. Di tengah kesibukan aktivitas harian, masih ada masyarakat yang berkomitmen menghidupkan Ramadan dengan memperbanyak tadarus. Bahkan, beberapa orang tua yang telah lanjut usia masih mampu mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu tiga hari, sebagaimana yang dilakukan oleh para sahabat Rasulullah.

Momentum Ramadhan ini menjadi kesempatan bagi umat Islam untuk kembali memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an. “Tidak hanya sekadar membaca, tetapi juga memperbaiki tajwid, makhraj, dan memahami maknanya agar lebih sempurna dalam mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Semoga semangat bertadarus Al-Qur’an terus membudaya di kalangan masyarakat, khususnya di Aceh, “sehingga Ramadhan menjadi bulan yang penuh berkah dan mendatangkan rahmat bagi semua,” pungkasnya.

Sebagaimana jadwal dan tata laksana Shalat Isya dan Tarawih dan Witir pada malam 18 Ramadhan 1446 H, Selain Dr. Tgk. H. Mutiara Fahmi, LC, MA bertindak sebagai Penceramah, Shalat Isya terawih, Wakil Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Munawir Darwis, Lc, MA, dan Tgk Arsy Yallah bertindak sebagai Imam, Muazin dan Bilal, Drs. (Dr) Tgk H Jailani Mahmud bersama Tgk Suherman TMS.[]

Pengirim: Tgk. Marwidin Mustafa.