Oleh: Taufik Sentana.
Peminat literasi studi islam. Penulis buku Inspirasi 1000 Bulan.
Ash-habul A’raf adalah sebuah istilah yang disebutkan dalam Al-Qur’an, Surah Al-A’raf, lengkapnya, ayat 44-50.
Ash-habul A’raf adalah sekelompok orang yang berada di atas tempat yang tinggi, yaitu A’raf, yang memisahkan antara surga dan neraka.
Menurut pandangan umum ulama, Ash-habul A’raf adalah orang-orang yang memiliki kebaikan dan kejahatan yang seimbang, sehingga mereka tidak, mereka tidak bisa masuk surga karena dosa-dosa mereka, tetapi juga tidak bisa masuk neraka karena kebaikan-kebaikan mereka.
Ash-habul A’raf akan tetap berada di A’raf, tempat yang tinggi, dan mereka akan melihat surga dan neraka. Mereka akan berdoa kepada Allah SWT untuk dimasukkan ke dalam surga, tetapi Allah SWT tidak akan menjawab doa mereka karena mereka masih memiliki dosa-dosa.
Namun, pada akhirnya, Allah SWT akan memasukkan Ash-habul A’raf ke dalam surga dengan rahmat-Nya, karena mereka memiliki kebaikan-kebaikan dan telah berusaha untuk menjadi orang yang baik.
Logika Kasus:
Dari riwayat Ibnu Abbas, misalnya, kasus ini seperti orang yang mati syahid tetapi dia tidak mendapat restu/ridha dari orang tuanya. Atau mereka yang terikat dengan hutangnya. Atau mereka yang lahir (pendapat ini sangat lemah) dari anak zina tapi wafat sebelum baligh.
Berikut potongan terjemahan dari Surah Al-A’raf, ayat 46-47:
“Dan di atas tembok yang tinggi (A’raf) itu ada orang-orang yang mengenal masing-masingnya dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka berseru kepada penduduk surga: “Salamun ‘alaikum” (keselamatan atas kamu).
Mereka belum masuk ke dalamnya, padahal mereka sangat menginginkannya. Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penduduk neraka, mereka berkata: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau masukkan kami ke dalam golongan orang-orang yang zalim”.”
Disebutkan pula bahwa Ash-habul A’raf juga diartikan sebagai orang-orang yang memiliki ilmu dan pengetahuan, tetapi tidak mengamalkannya. Mereka memiliki kebaikan, tetapi tidak cukup untuk memasukkan mereka ke dalam surga.
Catatan tambahan:
Sebagian mufasir juga menyebutkan bahwa Ash-habul A’raf menunjuk ke arah orang-orang beriman yang dulunya dihina oleh kaum kafir.
Allah swt kemudian membuktikan bahwa orang-orang yang dihina itulah yang masuk surga.
Di akhir ayat ini, mayoritas ulama berpendapat bahwa itulah momen di mana Ash-habul A’raf akhirnya diperintahkan Allah untuk masuk ke surga karena luasnya rahmat-Nya.[]






