JANTHO – Setiap orang memiliki cara tersendiri untuk dapat mehibur diri dalam mengisi waktu luang. Mulai dari traveling ke pantai atau tempat wisata lainnya. Bahkan di antaranya, ada juga yang mengisi dengan permainan tradisional berupa layang-layang. Seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Gampong Cot Keueng, Kecamatan Kuta Baro, Aceh Besar.
Setiap pascamusim panen padi, masyarakat di sekitar Gampong Cot Keueng mengisi waktu luangnya dengan bermain layang-layang di tengah sawah. Permainan geulayang tunang itulah yang menjadi media hiburan mereka.
Permainan yang dibuat dalam bentuk kompetisi ini, dikatakan Mawardi salah seorang wasit, hampir digelar setiap hari. Pesertanya berasal dari masyarakat setempat maupun berbagai gampong sekitar.
“Kegiatan ini dilakukan setelah masa panen. Setiap harinya ada pemenangnya. Untuk pesertanya darimana aja boleh, bebas. Pokoknya banyak ini pesertanya,” kata Mawardi, Sabtu, 30 Juli 2017 sore.
Pemenang geulayang tunang adalah mereka yang mampu mempertahankan layang-layang miliknya tepat di atas kepala atau berada di 90 derajat ketinggian. Biasanya, kompetisi ini diikuti lebih dari 50 peserta. Namun, karena beberapa hari ini angin sangat kencang membuat para peserta geulayang tunang juga berkurang.
“Hari ini yang daftar lebih kurang ada 35 peserta, karena faktor angin. Biasanya lebih sampai 50 peserta, bahkan lebih,” kata Mawardi.
Amatan wartawan di lokasi kompetisi, terlihat para warga dari beragam usia larut dalam kegembiraan. Mereka menghabiskan waktu usai panen dengan bermain layang-layang. Jika Anda memiliki hobi bermain layang-layang, mungkin kompetisi geulayang tunang yang digelar masyarakat Gampong Cot Keung bisa menjadi daya pikat.
Mawardi menyebutkan ada beberapa syarat untuk menjadi peserta kompetisi geulayang tunang. Pertama memiliki layang tunang. Kemudian peserta harus memiliki benang sepanjang 1.000 meter. Terakhir membayar uang administrasi. Uang administrasi inilah yang nantinya akan menjadi hadiah untuk dua orang pemenang dalam kompetisi tersebut.
“Benang harus diukur dulu, panjangnya seribu meter. Pendaftaran dikenakan biaya Rp30 ribu per layang. Satu layang peserta diwajibkan 3 orang,” kata Mawardi.
Dia menyebutkan jika panitia tidak menyediakan hadiah lain, maka uang pendaftaran tersebutlah yang nantinya dibagi menjadi tiga. “Untuk juara, misalnya ada uang Rp1 juta, untuk juara 1, Rp500 ribu, juara 2 Rp250 ribu, dan panitia Rp250 ribu,” katanya lagi.[]

