LHOKSEUMAWE – Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu, menyebutkan perang masa depan tidak lagi mengandalkan senjata api atau sejenisnya. Namun perang tersebut dilakukan dengan cara mencuci otak untuk mempengaruhi pikiran rakyat dan membelokkan ideologi negara.

“Perang sekarang hanya dengan cara mencuci otak (brain washing),” katanya saat mengisi kuliah umum bertema ‘Geopolitik Indonesia Dalam Kontelasi Regional; Menyambut Masyarakat Ekonomi ASEAN di GOR Universitas Malikussaleh (Unimal), Kamis, 18 Februari 2016 sekitar pukul 12.00 WIB.

Demi keutuhan ideologi negara, Ryamizad mengajak mahasiswa membekali diri dengan paham-paham wawasan kebangsaan. Sehingga nantinya generasi muda Indonesia mampu menghadapi perang pemikiran.

“Saya rasa ini disebabkan pengaruh lingkungan, gaya hidup yang hedonis dan kebebasan yang melampaui norma kearifan dan juga degradasi akhlak dan moral generasi muda,” katanya.

Dia mengatakan semua elemen masyarakat bisa selalu melakukan musyawarah dan mufakat yang merupakan nilai-nilai Pancasila untuk membendung pengaruh tersebut. Menurutnya bila pemikiran-pemikiran ini terus dibiarkan dan tidak ditangani secara serius maka akan menjadi ancaman nyata terhadap pertahanan dan keamanan masyarakat (Hankamnas). 

“Tanggung jawab bela negara bukan hanya tugas Kemenhan/TNI tapi seluruh komponen bangsa,” katanya.[](bna)