Sabtu, Juli 13, 2024

Besok, Mahyuzar akan Terima...

ACEH UTARA - Dr. Mahyuzar, M.Si., akan menerima Surat Keputusan (SK) Mendagri tentang...

Jabatan Pj Bupati Aceh...

ACEH UTARA - Masa jabatan Penjabat Bupati Aceh Utara, Dr. Mahyuzar, genap satu...

Panwaslih Aceh Instruksikan Buka...

BANDA ACEH - Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Aceh menginstruksikan Panwaslih Kabupaten/Kota segera membuka...

KAMMI Sebut Perlu Forum...

BANDA ACEH - Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banda Aceh...
BerandaInspirasiTeknoMenjadi Pemimpin Cerdas...

Menjadi Pemimpin Cerdas dan Cakap Digital

SINGKIL – Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Sabtu, 24 Juli 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Menjadi Pemimpin Cerdas dan Cakap Digital”.

Kegiatan massif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.

Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital. “Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual. Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.

Pada webinar yang menyasar target segmen guru, dihadiri oleh sekitar 335 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Dian Ikha Pramayanti, S.Pt., M.Si, Dosen dan Penulis; Panji Wasmana, Technology Director Microsoft Indonesia; Rahmad Hidayat Munandar, SIP, Penggiat Media Sosial; dan Leonardus Wical Zelena Arga, S.IKom, Pengajar Muda Angkatan XX Indonesia Mengajar. Yona Marisa bertindak sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.

Pada Sesi pertama, Dian Ikha Pramayanti, S.Pt., M.Si menyampaikan guru menjadi motivator Pendidikan, harus memiliki keterampilan dan juga semangat. Tidak hanya memberikan tugas, buatlah siswa nyaman saat belajar. Dimanapun guru mengajar harus mampu menata niatnya, agar kelak siswa akan mempunyai karakter, akhlak, ilmu, dan keterampilan yang lebih baik dari gurunya.

Giliran pembicara kedua, Panji Wasmana mengatakan internet menjadi jendela bagi beragam informasi. Dalam 60 detik di internet terdapat banyak hal yang dilakukan. Seperti 19 juta pesan terkirim, 1.3 juta orang log in di facebook bahkan ada 1.1 juta dollar dihabiskan untuk belanja online. Internet sehat adalah metode memaksimalkan pengalaman online yang diinginkan dan meminimalkan pengalaman yang terkait dengan konten, kontak, perilaku, dan niaga yang ilegal, tidak pantas, atau tidak sah.

Tampil sebagai pembicara ketiga, Rahmad Hidayat Munandar, SIP menjelaskan budaya digital seperti dunia nyata, bedanya ini bentuknya lebih bermacam-macam. Kita terlebih dulu membangun pondasi infrastrukturnya sebelum tahu bagaimana perkembangannya. Aspek membangun budaya digital, yang pertama participation yaitu bagaimana masyarakat dapat berpartisipasi memberikan kontribusi untuk tujuan bersama. Kedua yaitu remediation, bagaimana merubah budaya lama menjadi budaya baru. Ketiga, bricolage yaitu bagaimana memanfaatkan yang sudah ada menjadi hal baru. Dalam penggunaan teknologi dan dunia digital.

Pembicara keempat, Leonardus Wical Zelena Arga, S.IKom menuturkan pendidikan adalah tanggung jawab semua orang. Ketika kita di luar ada yang mengingatkan tetangga untuk membuang sampah pada tempatnya itu merupakan pendidikan karakter. Seperti saat masuk organisasi kita pasti mendapat pendidikan mental, dan ada juga pendidikan iman yang diajarkan orangtua sejak kecil.

Yona Marisa selaku Key Opinion Leader menyampaikan mari kita manfaatkan media dan platform digital dengan bijak dan cerdas. Hindari memposting hal-hal negatif atau tidak bermanfaat. Gunakan untuk hal positif dan buatlah konten-konten positif.

Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Mislahudin yang bertanya bagaimana kita sebagai pendidik melakukan pembelajaran digital tanpa membuat anak didik kecanduan gadget dan meminimalisir screen time? Narasumber Panji Wasmana menanggapi bisa menggunakan mix models. Waktu kita buat lebih dinamis, jadi tidak hanya menatap layar selama belajar. Contohnya, satu jam hanya mendengarkan. Setelah itu bisa digunakan layar. Untuk orangtua, di luar waktu pembelajaran anak harus dibatasi waktu penggunaan gadget.

Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Singkil. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[](ril)

Baca juga: