ANKARA – Seorang menteri pemerintah Turki yang dipercayakan untuk bicara atas nama pemerintah kepada TV Jerman menyadari bahwa pewawancara telah “kehilangan ketidakberpihakannya”, kata seorang juru bicara, Kamis 8 September 2016.

Kementerian Luar Negeri Pemuda dan Olahraga Turki, Akif Cagatay Kilic, mempertanyakan kebebasan dan kenetralan media saat diwawancarai penyiar Deutsche Welle. Di akhir wawancara, staf dari kementerian Kilic ini mengambil rekaman.

Tanju Bilgic, juru bicara Kementerian Luar Negeri, mengatakan Kilic telah menanggapi pertanyaan pewawancara Michel Friedman tentang perkembangan terakhir di Turki seperti tentang upaya kudeta 15 Juli.

Namun, setelah wawancara Kilic meminta rekaman tidak ditayangkan dan menggunakan hak otorisasinya untuk menolak diberitakan hasil wawancara, kata Bilgic kepada Anadolu Agency.

Di bawah Jerman Federasi ada aturan untuk Wartawan, bahwa orang yang diwawancarai memiliki hak untuk mengotorisasi wawancara.

Menurut sebuah artikel Deutsche Welle online, Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schauble yang diwawanarai surat kabar Süddeutsche Zeitung pada bulan Januari mengambil hasil wawancara untuk disaring selama 66 jam oleh penasihat persnya.

Otorisasi Jerman tersebut memperbolehkan pihak yang diwawancara untuk memperbaiki teknis yang disalin seperti mengoreksi faktual atau linguistik.

“Menteri mengambil keputusan untuk menggunakan otorisasinya untuk wawancara setelah orang yang melakukan wawancara kehilangan ketidakberpihakan dan membuat tuduhan terhadap dirinya,” kata Bilgic.

Juru bicara itu menolak tuduhan bahwa rekaman itu telah disita atau menggunakan kekuasaan terhadap jurnalis.
Duta Besar Jerman untuk Ankara, Martin Erdmann, telah menghubungi Kementerian Pemuda dan Olahraga Turki tentang insiden itu, Bilgic menambahkan.

Kementerian telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan tuduhan bahwa rekaman itu telah disita “tidak mencerminkan kebenaran”.[]