LHOKSEUMAWE – Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Krueng Geukuh dan Rayon Kota Lhokseumawe mencabut sementara aliran listrik ke kampus Universitas Malikussaleh (Unimal) pada Selasa, 27 Desember 2016. Pemutusan aliran listrik itu akibat tunggakan selama dua bulan terakhir yang belum dibayar pihak kampus.

“Benar, kemarin kami lakukan pemutusan sementara di kampus Unimal. Ada di kampus Reulet, kampus Bukit Indah, kampus Utenkot (gedung ACC Cunda) dan kampus Lancang Garam. Totalnya ada sekitar Rp 372.986.246,” kata Humas PLN Cabang Area Lhokseumawe, Ali Basyah, dihubungi portalsatu.com, Rabu, 28 Desember 2016.

Ali Basyah menyebutkan pemutusan itu sifatnya sementara. Karena masuk akhir tahun, PLN harus melakukan pemutusan arus jika ada pelanggan yang menunggak.

“Jika nanti sudah dibayar atau ada kesepakatan dengan pelanggan tersebut akan kami sambung kembali,” tambah Ali Basyah.

Sementara Kepala PLN Rayon Krueng Geukuh, Mukhtar Juned, ikut membenarkan adanya pemutusan arus listrik di kampus Unimal.

“Memang benar mereka menunggak. Mereka 4 bulan menunggak tapi baru dibayar 2 bulan. Makanya diputuskan sementara,” sebut Mukhtar.

Mukhtar juga mengaku pihaknya bersama rektor telah duduk bersama untuk membahas hal itu.
“Sudah ada pembicaraam antara General Manajer kami dengan Rektor Unimal dan kesepakatannya sudah tercapai. Nanti sore akan disambung kembali,” kata Mukhtar kepada portalsatu.com, Rabu siang.

Rektor Unimal Prof. Apridar melalui  Kepala Biro Keuangan Unimal, Andrea Zulfa mengatakan, pihaknya telah memproses terkait pemutusan sementara aliran listrik tersebut oleh PLN.

“Sudah kita proses dengan PLN dan nanti sore akan disambung kembali. Untuk pembayarannya akan kami lunasi Januari 2017 sesuai kesepakatan dengan pihak PLN,” kata Andrea dihubungi portalsatu.com, Rabu siang.[]